04.02.2012 – ( Repost ) Adventure to Ujung Genteng, Sukabumi
Saturday, February 4th, 2012Berbekal rasa penasaran yang tinggi akan petualangan pesisir pantai di Jawa Barat, membawa saya berselancar di internet tentang pesona pantai jawa Barat. Tak lama kemudian, foto dan cerita antusias beberapa teman di Mizan Media Utama, membuat semakin tinggi rasa kepenasaran ini.
Ingin ke Pantai Ujung Genteng..
Ujung Genteng #1
Dan saat itu tiba, Januari yang penuh cerita, betapa tidak, keleluasaan waktu itu akhirnya saya dapati. Bismillah..akhir Januari saya akan berangkat.
Perjalanan ini saya mulai dengan bersiap di malam Rabu, 26 Januari 2010. Berbekal 2 backpack besar dan 1 tas selempang, saya, istri, dan putera saya, Ikram Rifqy Miftahul Ayyash, memulai petualangan kami. Khusus buat ikram, saya memang sangat ingin mengenalkan dia dengan petualangan alam. Dan di perjalanan kali ini, saya berprinsip “ini harus saya nikmati, saya tidak ingin terikat waktu, semuanya harus ditelusuri dengan hati.” So, buru – buru tidak ada di kamus saya. Setelah melengkapi dengan perbekalan secukupnya, kami berangkat.
Hmm..Kami berangkat hari Rabu siang..hehehe, meski sebetulnya buat yang hendak berangkat ke Ujung Genteng dari Bandung, saya sarankan untuk berangkat pagi – pagi. Karena harus mengambil kamera terlebih dahulu ke rumah Tante, sehingga saya tidak naik Bus dari terminal Leuwi Panjang, melainkan mencegatnya di depan komplek Kopo Kencana. Tak lama, Bus Bhinneka AC Bandung – Sukabumi pun melintas. Hup! Tepat pukul 11.53 WIB, kami naik. Saya pilih kursi paling belakang karena kebetulan kursi 3 seat disitu yang masih kosong. Setelah menghela nafas sejenak, masuk ke tol Pasirkoja, kondektur pun mulai menagih ongkos. *cring* Rp. 42.000 untuk 2 orang pun keluar. Alhamdulillah, di perjalanan, Bus ini tidak terlalu padat, jadi 3 kursi bisa saya tempati dengan leluasa, lumayan ikram bisa lebih bebas berekspresi. Keluar dari tol Padalarang, bus melalui Cianjur sampai ke Sukabumi. Dan tepat pukul 15.15 WIB, kami sampai di Terminal Degung Sukabumi.
Well, tidak ubahnya dengan di tempat lain, belasan calo pun mulai mengerubungi kami. Saya bersyukur kemampuan berbahasa lokal (Sunda) mampu membuat perjalanan ini lebih ramah. Mungkin karena mereka merasa saya pribumi (?), kerubungan itu tidak lama memecah. Kami pun rehat sejenak di warung depan terminal untuk sekedar meluruskan kaki dan menarik nafas sejenak setelah menempuh 3 jam perjalanan.
Darisana, saya menggunakan angkot berwarna kuning tanpa stiker rute seperti umumnya angkot di Bandung. *cring* ongkos sebesar Rp. 10.000 untuk 2 orang pun keluar dari saku celana saya. Hanya membutuhkan waktu 20 menit, kami tiba di Terminal Lembur Situ. Selanjutnya, untuk menuju Ujung Genteng terdapat 2 pilihan, menggunakan bus ¾ MGI atau dengan Elf. Karena pertimbangan, menurut cerita, rute Terminal Lembur Situ – Surade merupakan rute yang paling menantang, awalnya saya akan menggunakan bus saja karena pertimbangan Ikram ikut serta. Di sekitar terminal, ternyata banyak pula minimarket, untuk jaga2, saya pun melengkapi perbekalan, terutama Biskuat Bolu rasa coklat untuk ikram dan minuman C1000 untuk sekedar menjaga stamina selain melepas dahaga. Selepas dari minimarket, saya bertanya pada bapak2 disana, “ Pak, kalo bus MGI masih ada ?” Eh, saya malah diantarkan ke Elf yang kebetulan akan pulang dan tidak mengetem. Jadilah saya naik elf yang berasa mobil pribadi karena hanya bertiga dan supir serta kernet didalamnya. Alhamdulillah. Cepat dan leluasa. *cring* Ongkos sebesar Rp. 50.000 untuk 2 orang pun, saya rasakan cukup sepadan. Tepat pukul 16.07 WIB, Elf kami berangkat.
Continue reading “04.02.2012 – ( Repost ) Adventure to Ujung Genteng, Sukabumi” »








Efektif di bulan ini, karir saya di sebuah perusahaan dealer resmi sepeda motor Honda, Amarta Group, tepat masuk 1 tahun. Tanpa terasa, banyak hal yang saya alamin disini. Bekerja itu memang tidak mudah, tapi disadari atau tidak banyak hal di diri saya, utamanya sisi keilmuan saya, yang berkembang cukup signifikan. Mengawali karir sebagai system administrator, saat ini saya sudah mencapai posisi sebagai IT supervisor. Bukan hanya ilmu networking yang saya dapatkan disini, tapi juga pengenalan dunia programming dan pengasahan kemampuan manajerial. Pencapaian yang saya syukuri sebagai bagian dari hikmah sebuah perjalanan.