06.12.2012 – Logical Volume Management (LVM) within Red Hat Enterprise Linux

In these few days, i learn to get familiar with logical volume management within my Red Hat Enterprise Linux. The short review of logical volume could be found in http://en.wikipedia.org/wiki/Logical_volume_management. The concept of LVM really makes me excited. With this, we have flexible option to manage our partition than conventional ways. In particular, we can concatenate, stripe together or otherwise combine partitions into larger virtual ones that administrators can re-size or move, potentially without interrupting system use.

In LVM, we will manage 3 main sections as below :

  • Physical Volume (PV)
  • Logical Volume (LV), and
  • Volume Group (VG)

Ok, here we go.

Create a Logical Volume within an Existing Storage

  1. Check our existing partition schema
  2. LVM #1

    LVM #1

  3. As we can see above, we already have :
    - physical volume group named lvm2 with size 33.84 GB and available free space 14.34 GB.
    - logical volume named /
    - volume group named rootvg
  4. Now, we will create a new partition named archive with size 5 GB under volume group named rootvg
  5. Create a new logical volume using lvcreate
    [root@myvirtualbox ~]# lvcreate -L 5G -n Archive rootvg
    Logical volume “Archive” created
  6. Display our new logical volume schema using lvdisplay
    LVM #2

    LVM #2


    Continue reading “06.12.2012 – Logical Volume Management (LVM) within Red Hat Enterprise Linux” »

25.11.2012 – Batch file to collect ip addresses within a list

Hmm, it’s been a long time I never write any technical documentation here again. And on this occasion, i will write a small project related to what I do in past week. Starting from my difficulties to monitor over 100 servers, i tried to make a small program using DOS in my windows. In this tutorial, i will use two approaches. First, i will collect ip address from up servers information. Second, i will collect ip address from down servers information. This tutorial could use in any windows operating systems.

Well, here we go.

Preparation

  1. Create a folder name checkip. In this tutorial, I put this folder under drive E:/
  2. Create a filename list.txt and write down your ip addresses list into it
  3. Checkip #1

    Checkip #1

List of up servers

  1. Create a filename up-result.bat and write down these command. And then, save.

    @ECHO OFF
    SET up=e:\checkip\upresult.txt
    IF EXIST "%up%" DEL "%up%"
    FOR /F %%x IN (list.txt) DO (
    CALL :ping %%x
    )
    GOTO :EOF

    :ping
    ping -n 1 %1 | find "Approximate round trip" > NULL && ECHO %1 >>"%up%"

  2. Continue reading “25.11.2012 – Batch file to collect ip addresses within a list” »

04.04.2012 – 500 OOPS: cannot change directory:/directory

Actually, this is just a short review when i explored Red Hat Enterprise Linux operating system within Virtual Box in my laptop. I want to activate ftp function. I am using vsftp. Everything seems okay, but when i do ftp access with any user, i have failed.

[root@valerie ~]# ftp 192.168.56.107
Connected to 192.168.56.107.
220 (vsFTPd 2.2.2)
530 Please login with USER and PASS.
Name (192.168.56.107:root): nanda
331 Please specify the password.
Password:
500 OOPS: cannot change directory:/home/nanda
Login failed.
ftp>

Afterwards, i try several suggestions and also doing search in google, of course, after i have successfully activate the ftp function within my Linux. And below are the following steps i have done.

[root@valerie nanda]# getenforce
Enforcing

[root@valerie nanda]# getsebool -a|grep ftp
allow_ftpd_anon_write –> off
allow_ftpd_full_access –> off
allow_ftpd_use_cifs –> off
allow_ftpd_use_nfs –> off
ftp_home_dir –> off
ftpd_connect_db –> off
httpd_enable_ftp_server –> off
sftpd_anon_write –> off
sftpd_enable_homedirs –> off
sftpd_full_access –> off
sftpd_write_ssh_home –> off
tftp_anon_write –> off

[root@valerie nanda]# setsebool -P ftp_home_dir on

Afterwards, i went back to do ftp access, and it works.

[root@valerie nanda]# ftp 192.168.56.107
Connected to 192.168.56.107.
220 (vsFTPd 2.2.2)
530 Please login with USER and PASS.
Name (192.168.56.107:root): nanda
331 Please specify the password.
Password:
230 Login successful.
Remote system type is UNIX.
Using binary mode to transfer files.
ftp>

Well done. Hopefully useful.

11.02.2012 – Pembuatan Paspor atau SPRI (Surat Perjalanan Republik Indonesia)

Jangan pernah takut untuk punya mimpi. Tetapkan target setinggi mungkin, bahkan hingga di titik yang kamu sendiri ga yakin bakal bisa atau engga buat ngeraih mimpi itu. Banyak sekali ungkapan tentang mimpi yang ujung-ujungnya selalu diakhiri kata semangat. Dan, itu yang saya selalu yakinin di hati saya. Well, sejak menikah dan punya anak memang terkadang perasaan jauh dengan keluarga saya membuat saya tidak seberani dulu untuk mengambil tantangan dan kesempatan-kesempatan. Begitupun saat pekerjaan baru ini menghampiri saya.

Alhamdulillah, setelah sempat secara teknis menjadi “pengangguran”, tawaran bekerja kembali datang kepada saya. Bekerja untuk salahsatu perusahaan IT yang berbasis di salahsatu negara Eropa – Prancis, Safran Morpho namanya, menjadi hal yang sering membuat saya tersenyum. Bahkan di impian terliar saya, tidak menyangka kesempatan ini akan datang di usia saya yang baru menginjak 30 tahun. Sebagai System Administrator di perusahaan tersebut, saya mendapatkan kesempatan untuk training ke perwakilan perusahaan tersebut di Kuala Lumpur, Malaysia. Dan guna keperluan tersebut, saya diminta untuk mempersiapkan Paspor atau Surat Perjalanan Republik Indonesia (SPRI). Nah, saya ingin berbagi pengalaman tentang langkah-langkah pembuatan paspor yang saya lakukan.

Secara umum, berikut langkah – langkah pembuatan paspor.

  1. Pengajuan Permohonan.
    Ada 2 metode cara pengajuan permohonan, melalui online atau secara manual mendatangi Kantor Imigrasi. Saya sangat menyarankan anda mengajukan permohonan secara online. Kenapa ? Karena akan banyak menghemat waktu terutama pada saat anda mengantri untuk memasukkan dokumen ke Kantor Imigrasi. Ada 2 jenis paspor yang sering diajukan yang dibedakan berdasarkan jenis halaman, 48 halaman dan 24 halaman. Perbedaan keduanya terletak pada tujuan keberangkatan anda ke luar negeri. Paspor 24 halaman diperuntukkan untuk para TKI (Tenaga Kerja Indonesia) sedangkan paspor 48 halaman diperuntukkan bagi perjalanan biasa. Nah, meski tujuan saya untuk training, saya tetap membuat paspor 48 halaman karena memang tujuannya bukan untuk waktu yang lama. Saat anda melakukan pengajuan permohonan secara online, anda harus mempersiapkan scan seluruh dokumen yang diperlukan dengan format jpg serta mode Gray Scale dengan besar file maksimal 1.8 MB. Apabila dokumen anda tidak memenuhi syarat, secara otomatis aplikasi akan menolak upload file anda.
  2. Penyerahan Dokumen.
    Dokumen yang dibutuhkan minimal adalah Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan Akta Kelahiran / Ijazah. Perlu anda perhatikan bahwa data dalam seluruh dokumen tersebut harus identik sama. Kebetulan sih, meski ada perbedaan sedikit di nama orangtua saya, saya tidak mengalami masalah saat penyerahan dokumen mungkin karena data personal utama saya tidak ada perbedaan. Namun, pengalaman rekan saya yang memiliki perbedaan tanda baca spasi pada KTP dan Akta Kelahiran menyebabkan yang bersangkutan harus mengurus Surat Keterangan dari Kelurahan yang menerangkan bahwa data yang diajukan adalah benar. So, saya sangat menyarankan untuk anda yang pernah mengganti nama atau pada ijazahnya ada kesalahan penulisan untuk berhati-hati karena mungkin suatusaat dokumen-dokumen itu anda perlukan untuk mengejar impian anda, who knows kan ?. Nah, karena keberangkatan saya untuk keperluan training, saya juga melengkapi penyerahan dokumen dengan Surat Sponsor dari perusahaan saya.
  3. Pembayaran, Foto, Sidik Jari, dan Wawancara.
    Panjangnya antrian mungkin baru akan anda rasakan di tahap ini. Untungnya, pihak Imigrasi tidak mempersulit prosesnya sehingga cukup saya nikmati perjalanannya. Yang menarik, saat akan melakukan pembayaran, saya sempat bertemu dengan dosen kuliah saya dulu di Teknologi Pangan UNPAD, Ibu Tati Sukarti dan Kang Dwi Purnomo, yang kebetulan sedang mengurus paspor untuk keberangkatan kang Dwi ke seminar Internasional. “Mau kemana, nda ?”. “Ke Kuala Lumpur, insya Alloh, bu”. “Sekolah lagi yah ?”. “Oh, engga bu, mau training dari kantor”. Dalam hati, hehe, apa mungkin karena saya ga lulus kuliah jadi disangkanya mau nerusin sekolah lagi yah ?. Well, saya memang tidak sempat menyelesaikan S1 saya tapi alhamdulillah, Alloh memberikan jalan bahwa gagal meraih S1 dan hanya berbekal ijazah SMA tidak berarti kesempatan tidak akan pernah ada untuk saya. *curcolll… xixixi…
  4. Pengambilan Paspor.
    Jadwal pengambilan paspor selalu diantara jam 13.00 – 16.00 WIB. Mungkin untuk mencegah kesemrawutan kali yah, kan toh prosesnya tidak rumit. Cuma duduk manis terus dipanggil buat ngambil paspor yang udah jadi.

Continue reading “11.02.2012 – Pembuatan Paspor atau SPRI (Surat Perjalanan Republik Indonesia)” »

26.01.2012 – Instalasi Web Server di Windows 7 dengan XAMPP dan Joomla!

Tulisan ini sengaja saya buat untuk memenuhi janji pada adik-adik saya, Kartika, Citra sama Dinda. “Pokonya, jangan dulu tanya aa kalo eneng, dede sama dinda belum nyobain yah :p”.

Kali ini saya akan mengulas tentang langkah – langkah instalasi web server pada sistem operasi Windows dan dilengkapi dengan CMS Joomla!. Menurut wikipedia, Sistem manajemen konten (Inggris: Content Management System, disingkat CMS), adalah perangkat lunak yang memungkinkan seseorang untuk menambahkan dan/atau memanipulasi (mengubah) isi dari suatu situs Web. Umumnya, sebuah CMS (Content Management System) terdiri dari dua elemen:

- aplikasi manajemen isi (Content Management Application, [CMA])
- aplikasi pengiriman isi (content delivery application [CDA]).

Elemen CMA memperbolehkan si manajer isi -yang mungkin tidak memiliki pengetahuan mengenai HTML (HyperText Markup Language)-, untuk memenej pembuatan, modifikasi, dan penghapusan isi dari suatu situs Web tanpa perlu memiliki keahlian sebagai seorang Webmaster. Elemen CDA menggunakan dan menghimpun informasi-informasi yang sebelumnya telah ditambah, dikurangi atau diubah oleh si empunya situs web untuk meng-update atau memperbaharui situs Web tersebut. Kemampuan atau fitur dari sebuah sistem CMS berbeda-beda, walaupun begitu, kebanyakan dari software ini memiliki fitur publikasi berbasis Web, manajemen format, kontrol revisi, pembuatan index, pencarian, dan pengarsipan.

Dan diantara sekian banyak CMS, Joomla merupakan salahsatu CMS yang bersifat free dan cukup powerfull. Pengembangan CMS ini dapat digunakan untuk membuat website yang lebih kompleks dari sekedar blog, menjadi website komersial salahsatunya.

Dalam tutorial kali ini, ada beberapa software pendukung yang harus dipersiapkan.

  • Windows 7. Well, tutorial ini juga dapat anda gunakan didalam lingkungan Windows XP, koq. No Problemo with that :)
  • XAMPP. Tools ini merupakan software all in one yang paketnya berisi Apache dan Mysql. Untuk mendapatkan versi terbaru dari XAMPP, anda dapat mengunjungi http://www.apachefriends.org/en/xampp-windows.html. Disini saya menggunakan xampp-win32-1.7.7-VC9-installer.exe.
  • Joomla!. Untuk mendapatkan versi terbaru dari Joomla!, anda dapat mengunjungi http://www.joomla.org/download.html. Disini saya menggunakan Joomla_1.7.0-Stable-Full_Package.zip.
  • Notepad. Tool ini adalah bawaan dari windows dan untuk mengakses bisa dilakukan melalui Start Menu -> All Programs -> Accessories -> Notepad.

Oke, sekarang kita mulai yukz…

Instalasi XAMPP

  1. Jalankan file xampp.exe yang sudah dipersiapkan.
  2. Pada pilihan bahasa yang akan dipergunakan saat instalasi, pilih English lalu tekan OK

    XAMPP #1

  3. Untuk pengguna Windows 7, anda akan menemukan pesan berikut karena secara default pada windows 7 terdapat service UAC. Well, kita tekan OK.

    XAMPP #2

  4. Nah, Setup Wizard siap untuk dimulai. Tekan Next.

    XAMPP #3


    Continue reading “26.01.2012 – Instalasi Web Server di Windows 7 dengan XAMPP dan Joomla!” »

28.12.2011 – Membuat File Locking Sederhana di Skrip Bash

Sebetulnya ini adalah copy paste dari tulisan original milik teman saya, Cecep Mahbub. Tapi karena isinya menarik buat saya, jadi saya putuskan untuk menulisnya ulang disini. Kang Cecep, nuhun infonya. Saya ikut numpang kopas yah :)

Original link, Membuat File Locking Sederhana di Skrip Bash

Membuat File Locking Sederhana di Skrip Bash

Tips sederhana untuk membuat locking, agar skrip yang dijalankan via cron tidak dijalankan berkali-kali, alias hanya satu proses dalam satu saat bersamaan.

Misal Anda ingin menjalankan sebuah proses melalui cron secara rutin tiap sekian menit sekali. Anda juga harus memastikan proses tersebut tidak dijalankan lebih dari satu proses bersamaan. Misal, karena saat eksekusi skrip pertama kali belum selesai, lalu skrip keburu dijalankan lagi oleh cron. Dan itu tidak boleh.

Solusi sederhana untuk permasalahan Anda adalah dengan menggunakan file locking sederhana.

————————————————-
#!/bin/bash

LOCKFILE=”/tmp/skrip.lock”

if [ -e "$LOCKFILE" ] ; then
echo “Ada file lock. Mungkin skrip sedang dijalankan.”
exit 1
fi

touch $LOCKFILE

#
# disini Anda bisa tulis proses yang ingin dijalankan, misalnya:
# – rsync utk backup
# – rdiff-backup
# – scp
# – dll

# setelah proses selesai dijalankan, hapus file lock.
rm -f $LOCKFILE
————————————————-

20.12.2011 – Manual Orange HRM : Pengaturan Informasi Perusahaan

Untuk melakukan pengaturan ini, anda dapat masuk ke menu Admin, lalu Organization. Menu ini dibagi menjadi 3 bagian, yaitu informasi perusahaan secara umum, penambahan daftar cabang atau anak perusahaan, serta pembuatan struktur perusahaan secara sederhana.

Informasi Perusahaan secara Umum.

  1. Anda bisa memilih menu Admin, kemudian Organization, lalu General.
  2. Secara default, setiap menu pada OrangeHRM akan muncul dengan status read-only. Untuk melakukan pengeditan, anda bisa menekan tombol Edit terlebih dahulu. Pengisian setiap menu dapat anda sesuaikan dengan kebutuhan, namun perlu diperhatikan, setiap field dengan tanda asterisk (*) harus terpastikan diisi.

General


Continue reading “20.12.2011 – Manual Orange HRM : Pengaturan Informasi Perusahaan” »

16.12.2011 – Instalasi dan konfigurasi Orange HRM pada CentOS 5.5

Pernah mengalami kesulitan saat perusahaan anda mulai berkembang dan penyimpanan data konvensional menjadi hal yang sangat merepotkan ? Well, dengan perkembangan teknologi saat ini, hal tersebut tentu tidaklah merupakan suatu masalah. Pengelolaan data HR dengan menggunakan software adalah solusinya. Dan diantara sekian banyak software administrasi data HR, saya merekomendasikan Orange HRM.

Kenapa harus Orange HRM ? Well, alasan pertama software ini bersifat free. Sehingga masalah lisensi tidak menjadi hambatan di suatu hari nanti. Selain itu, software ini bersifat web based. Dengan konfigurasi yang tepat, anda dapat menggunakannya secara online. Tentunya, anda harus berkoordinasi dengan divisi IT di tempat anda bekerja untuk proses instalasinya.

Nah, rencananya, tulisan ini akan saya bagi menjadi 2 bagian besar.

  • Instalasi dan konfigurasi Orange HRM
  • Manual penggunaan Orange HRM itu sendiri (Silakan anda klik link dibawah untuk membuka uraian pada masing-masing tulisan)
    - Pengaturan Informasi Perusahaan

Dan berikut langkah-langkah instalasi serta konfigurasi Orange HRM yang dapat anda lakukan.

  1. Saya menggunakan Linux CentOS 5.5, Apache HTTP Server 2.2.3, Mysql 5.0.77, dan PHP 5.2.10. Tapi, untuk persiapan software2 dasar tersebut tidak akan saya bahas disini.
  2. Software Orange HRM terbaru, yang bisa anda download disini. Pada tutorial ini, yang saya gunakan adalah Orange HRM 2.6.12 untuk Linux.
  3. Simpan hasil download di root direktori web server anda.
    [root@pocoyo html]# cp /home/nanda/orangehrm-2.6.12.tar.gz /var/www/html/
  4. Ekstrak file orangehrm-2.6.12.tar.gz.
    [root@pocoyo html]# tar -zxvf orangehrm-2.6.12.tar.gz
  5. Ubah nama folder hasil ekstrak menjadi orangehrm.
    [root@pocoyo html]# mv orangehrm-2.6.12 orangehrm
  6. Ubah permission folder tersebut agar writeable.
    [root@pocoyo html]# chmod -R 777 orangehrm
  7. Nah, sekarang akses software tersebut melalui browser. Pada tutorial ini, url yang saya gunakan berada di http://192.168.1.171/orangehrm. Anda bisa menekan tombol Next untuk memulai.

    Orange HRM Setup #1


    Continue reading “16.12.2011 – Instalasi dan konfigurasi Orange HRM pada CentOS 5.5” »

20.11.2011 – Instalasi CentOS 5.5 dalam Virtual Machine

Well, ini adalah tulisan kedua dari rangkaian tulisan saya tentang Virtual Box. Meski disini saya menjelaskan instalasi Linux CentOS versi 5.5 untuk Virtual Machine, sejatinya tutorial ini juga dapat anda gunakan untuk menginstall Linux CentOS 5.5 standalone. Nah, sekarang kita akan mulai langkah-langkah untuk menginstall CentOS 5.5 di Virtual Machine.

  1. Bagi saya, melakukan remote menggunakan software putty atau mremote lebih menyenangkan daripada saya harus login kedalam mesin Linux secara langsung. Dan untuk mengkonfigurasi agar mesin VM yang saya buat bisa diakses melalui software semacam itu, saya melakukan konfigurasi network pada Virtual Machine yang saya buat.
  2. Klik ikon Setting dibar atas.

    CentOS #1


    Continue reading “20.11.2011 – Instalasi CentOS 5.5 dalam Virtual Machine” »

20.11.2011 – Instalasi Virtual Box dan Create Virtual Machine

Berawal dari janji saya untuk seorang temen saya, buat ngasih tutorial langkah-langkah install Linux di Windows-nya, tulisan ini saya buat. Well, saya selalu berprinsip, ilmu itu harus dibagi, sekecil apapun yang kita bisa. Dan semoga tulisan ini bisa juga dimanfaatkan oleh temen-temen laennya yang lagi kesulitan buat ngeinstall Linux didalem Windows.

Tulisan ini saya bagi jadi 2, karena saya ingin banget nyertain capture screen step by step, which mean it will be loooongggg posting if i make it one.

  1. Instalasi Virtual Box dan Create Virtual Machine
  2. Instalasi CentOS 5.5 dalam Virtual Machine

Nah, sebelum kita mulai, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan.

  • Software Virtual Box yang sesuai dengan sistem operasi yang kita jalankan. Dalam tutorial ini, sistem operasi yang sedang saya gunakan adalah Windows 7.
  • Free space minimal 15 GB. Kenapa ? Karena dalam tutorial ini saya menggunakan 10 GB sebagai partisi untuk OS yang akan saya masukkan sebagai Virtual Machine.
  • Software CentOS. Software ini dapat disediakan dalam 2 bentuk, CD atau ISO. Saya sendiri menyarankan penggunaan ISO file untuk mempercepat proses instalasi serta mencegah terjadinya corrupt file pada saat dilakukan instalasi. Untuk mendapatkan software ini, anda bisa mengunduh di repository lokal, kambing.ui.ac.id. Dalam tutorial ini, saya menggunakan ISO file CentOS versi 5.5.

Sip, sekarang kita mulai.

Instalasi Virtual Box

  1. Jalankan installer virtual box.

    Virtual Box #1

  2. Pilih lokasi instalasi virtual box. Saya menggunakan lokasi default di C:\Program Files\Oracle\VirtualBox\

    Virtual Box #2


    Continue reading “20.11.2011 – Instalasi Virtual Box dan Create Virtual Machine” »

20.09.2011 – Login SSH Otomatis Tanpa Prompt Password

Alhamdulillah, saya sejak 2 hari ini belajar tentang cara login ssh secara otomatis. Apabila dikembangkan, teknik ini juga berguna saat kita akan melakukan sinkronisasi pada server tanpa menginput password secara berulangkali. Sebagai ilustrasi, berikut skema yang saya gunakan. Saya memiliki 3 server, pocoyo, barney, dan teletubbies, dimana ip address untuk mereka, secara berturut-turut, 10.7.3.121, 10.7.3.118, dan 10.7.3. Saya melakukan login kedalam pocoyo. Kemudian, pocoyo akan mengambil data dari 2 server yang lain, yaitu barney dan teletubbies. Dengan cara manual, dari dalam pocoyo, saya harus melakukan ssh baik ke barney maupun ke teletubbies, untuk kemudian melakukan operasi data. Nah, dengan cara yang baru, saya hanya perlu mengetikkan ip address barney dan teletubbies, lalu secara otomatis saya akan login kedalam mereka.
Oke, kita mulai yah..

  1. Saya login dengan menggunakan user nanda di server pocoyo, lalu create ssh-keygen. Pada permintaan untuk mengisi field. Tekan pilihan Enter pada setiap pilihan tersebut tanpa mengetikkan apa-apa.
    [nanda@pocoyo ~]$ ssh-keygen
    Generating public/private rsa key pair.
    Enter file in which to save the key (/home/nanda/.ssh/id_rsa): Tekan ENTER
    Enter passphrase (empty for no passphrase): Tekan ENTER
    Enter same passphrase again:Tekan ENTER
    Your identification has been saved in /home/nanda/.ssh/id_rsa.
    Your public key has been saved in /home/nanda/.ssh/id_rsa.pub.
    The key fingerprint is:
    e3:45:ec:29:b4:c8:8a:c8:05:54:fe:c8:cc:26:ef:14 nanda@pocoyo
  2. Action ini akan meng-create 2 file pada ~/.ssh. yaitu id_rsa dan id_rsa.pub.
    [nanda@pocoyo ~]$ cd ~/.ssh/
    [nanda@pocoyo .ssh]$ ls -l
    total 8
    -rw——- 1 nanda nanda 1671 Sep 20 20:04 id_rsa
    -rw-r–r– 1 nanda nanda 394 Sep 20 20:04 id_rsa.pub
  3. Kopi file id_rsa.pub ke server barney. Untuk pertamakali, anda akan diminta memasukkan password user login. Ketik yes lalu masukkan password.
    [nanda@pocoyo .ssh]$ ssh-copy-id -i ~/.ssh/id_rsa.pub 10.7.3.118
    [nanda@pocoyo ~]$ ssh-copy-id -i ~/.ssh/id_rsa.pub 10.7.3.118
    27
    The authenticity of host ’10.7.3.118 (10.7.3.118)’ can’t be established.
    RSA key fingerprint is 9e:e8:94:bc:5a:1b:26:11:7d:d8:2c:9c:f6:01:ab:e3.
    Are you sure you want to continue connecting (yes/no)? yes
    Warning: Permanently added ’10.7.3.118′ (RSA) to the list of known hosts.
    nanda@10.7.3.118′s password: masukkan password anda
    Now try logging into the machine, with “ssh ’10.7.3.118′”, and check in:
    .ssh/authorized_keys
    to make sure we haven’t added extra keys that you weren’t expecting.
  4. Sekarang, lakukan login ke server barney.
    [nanda@pocoyo ~]$ ssh 10.7.3.118
    Last login: Mon Sep 19 14:59:58 2011 from 10.7.3.121
    [nanda@barney ~]$
  5. Voila!! Akses ke server lain sudah bisa dilakukan tanpa permintaan password. Oke, lakukan hal yang sama untuk server selanjutnya.

Nah, sekarang kita akan coba membuat script sederhana untuk memudahkan administrasi login. Oke, kita mulai.

  1. Masih di server pocoyo. Buat file ssh_access.sh di /home/nama user anda. Kemudian save.
    [nanda@pocoyo ~]$ vim ssh_access.sh
    #!/bin/bash
    while :
    do
    clear
    echo “Welcome. Silakan pilih komputer yang hendak anda remote”
    echo “=============================”
    echo “[ a ] 10.7.3.118 a.k.a barney”
    echo “[ b ] 10.7.3.108 a.k.a teletubbies”
    echo “=============================”
    read host
    case $host in
    a) echo “Menghubungkan ke Barney …” ; ssh nanda@10.7.3.118 ;;
    b) echo “Menghubungkan ke Teletubbies ..” ; ssh nanda@10.7.3.108 ;;
    x) exit ;;
    esac
    done
  2. Ubah mode file ssh_access.sh agar bisa dieksekusi.
    [nanda@pocoyo ~]$ chmod 777 ssh_access.sh
  3. Jalankan file ssh_access.sh.
    Welcome. Silakan pilih komputer yang hendak anda remote
    ============================
    [ a ] 10.7.3.118 a.k.a barney
    [ b ] 10.7.3.108 a.k.a teletubbies
    ============================
    tekan pilihan b, lalu Enter
    Menghubungkan ke Teletubbies ..
    Last login: Tue Sep 20 20:12:04 2011 from 10.7.3.121
    [nanda@teletubbies ~]$
  4. Well Done. Selanjutnya anda tinggal menambahkan baris dibawahnya untuk setiap server yang akan anda remote. Oke, selamat mencoba yah….

15.09.2011 – Change Linux Hostname

Writes your knowledge even though just a few… hehehe, actually this is just an intermezzo, a coincidence when i was doing some configurations on my virtual box. I installed 2 identical CentOS operating systems. And for avoid misconfiguration, i distinguish their hostname. And below the following steps i have done.

  1. This is a capture login screen of my virtual box.
    hostname#1

    hostname#1

  2. Login as root. Edit /etc/sysconfig/network. Then save.
    NETWORKING=yes
    NETWORKING_IPV6=no
    HOSTNAME=localhost.localdomain
  3. Edit localhost.localdomain name as your wish. And because of i missed my child, i change it to pocoyo :).
    NETWORKING=yes
    NETWORKING_IPV6=no
    HOSTNAME=pocoyo
  4. Afterwards, do restart.
    [root@localhost ~]# reboot
  5. Voila!!!! The virtual name already change, successfully.
    hostname#2

    hostname#2

  6. Well, have a nice try…

14.09.2011 – Instalasi Plugins untuk Cacti ver. 0.8.7g

Sebetulnya ini adalah kelanjutan dari tulisan saya, Konfigurasi Cacti Standar pada CentOS 5.5. Tapi karena ada masalah bug pada wordpress yang saya gunakan, saya tidak bisa menyatukan tulisan ini. So, pembahasan instalasi plugin saya lanjutkan disini.

Cacti dilengkapi dengan plugins. Perlu diperhatikan, instalasi plugins harus disesuaikan dengan versi cacti yang digunakan agar tidak terjadi error. Plugins mensyaratkan tools Plugin Architecture (PIA) terinstall. Dan pada tutorial ini, saya akan lakukan instalasi PIA dan 2 plugins, yaitu monitor dan thold. Sedikit perbedaan pada plugins thold, kita perlu menambahkan plugins settings. Sip, kita mulai.

  • Plugins Architecture (PIA)
  1. Download PIA. kemudian ekstrak.
    [root@localhost mycacti]# wget http://mirror.cactiusers.org/downloads/plugins/cacti-plugin-0.8.7g-PA-v2.8.tar.gz
    [root@localhost mycacti]# tar zxvf cacti-plugin-0.8.7g-PA-v2.8.tar.gz
  2. Lakukan patch.
    [root@localhost mycacti]# patch -p1 -N < cacti-plugin-arch/cacti-plugin-0.8.7g-PA-v2.8.diff
  3. Pada proses patch ini, saya menemukan error sebagai berikut
    1 out of 6 hunks FAILED — saving rejects to file data_sources.php.rej
    dan
    1 out of 4 hunks FAILED — saving rejects to file poller.php.rej
    Continue reading “14.09.2011 – Instalasi Plugins untuk Cacti ver. 0.8.7g” »

14.09.2011 – Konfigurasi Cacti Standar pada CentOS 5.5

Ilmu itu indah. Setelah kemarin saya berhasil menginstall cacti, hari ini saya melakukan beberapa konfigurasi di cacti. Sebagai informasi, cacti yang saya gunakan adalah update terakhir, cacti versi 0.8.7g. Perlu diketahui, informasi mengenai versi cacti ini sangat dibutuhkan karena untuk melakukan patch maupun instalasi plugin, kita harus menyesuaikan dengan versi cacti yang tepat agar tidak terjadi error yang justru akan memusingkan sendiri. Oke, sekarang kita mulai.

Persiapan database awal

  • Buat database yang akan digunakan untuk menangani cacti. Sebagai informasi, username mysql yang saya gunakan adalah root dan passwordnya, pass
    [root@localhost /]# mysql -uroot -ppass -e “create database mycacti”
  • Beri akses all untuk user mysql pada database mycacti. Sebagai info, username mysql yang saya gunakan adalah cactiuser dan passwordnya, samplepass
    [root@localhost /]# mysql -uroot -ppass -e “grant all on mycacti.* to cactiuser@localhost identified by ‘samplepass’”
    [root@localhost /]# mysql -uroot -ppass -e “flush privileges”
  • Ok. Database sudah siap.

Setup Cacti

  • Login ke folder cacti pada direktori root webserver.
    [root@localhost /]# cd /var/www/html/mycacti
  • Buat folder untuk menampung file-file patch cacti.
    [root@localhost mycacti]# mkdir source_patch
    [root@localhost mycacti]# cd source_patch/
  • Didalam folder source_patch, download seluruh patch untuk cacti 0.8.7g.
    [root@localhost source_patch]# wget http://www.cacti.net/downloads/patches/0.8.7g/data_source_deactivate.patch
    [root@localhost source_patch]# wget http://www.cacti.net/downloads/patches/0.8.7g/graph_list_view.patch
    [root@localhost source_patch]# wget http://www.cacti.net/downloads/patches/0.8.7g/html_output.patch
    [root@localhost source_patch]# wget http://www.cacti.net/downloads/patches/0.8.7g/ldap_group_authenication.patch
    [root@localhost source_patch]# wget http://www.cacti.net/downloads/patches/0.8.7g/script_server_command_line_parse.patch
    [root@localhost source_patch]# wget http://www.cacti.net/downloads/patches/0.8.7g/ping.patch
    [root@localhost source_patch]# wget http://www.cacti.net/downloads/patches/0.8.7g/poller_interval.patch
    Continue reading “14.09.2011 – Konfigurasi Cacti Standar pada CentOS 5.5” »

12.09.2011 – Instalasi Cacti di CentOS 5.5

Alhamdulillah yah.. hari ini saya belajar untuk membuat cacti. Cacti sendiri adalah software yang digunain buat monitoring performa sebuah server, ditampilkan dalam bentuk grafik jadi lebih mudah untuk dianalisa. Dengan cacti, pengambilan keputusan untuk antisipasi kegagalan fungsi atau penurunan performa, bisa dengan segera diambil.

Kali ini, saya menggunakan Linux CentOS release 5.5 (Final). Dan berikut langkah-langkah yang saya lakukan.

  • Karena yang saya gunakan adalah metode install menggunakan yum, maka saya mengupdate file repository agar mengarah ke tempat download installer berada.
    [nanda@localhost ~]$ vim /etc/yum.repos.d/CentOS-Base.repo
  • Lalu tambahkan informasi berikut, kemudian save.
    [dag]
    name=Dag RPM Repository for Red Hat Enterprise Linux
    baseurl=http://apt.sw.be/redhat/el5/en/i386/dag
    gpgcheck=1
    gpgkey=http://dag.wieers.com/rpm/packages/RPM-GPG-KEY.dag.txt
    enabled=1
  • Download installer yang dibutuhkan dengan menggunakan yum.
    [nanda@localhost ~]$ yum install php httpd mysql mysql-server php-mysql vim-enhanced net-snmp net-snmp-utils php-snmp initscripts perl-rrdtool rrdtool initscripts
  • Saat proses download, akan muncul notifikasi Yes/No, anda bisa memilih Yes.
  • Setelah proses download selesai yang secara otomatis juga dilakukan instalasi, kita akan mengambil installer cacti secara manual. Anda dapat mengakses ke download page cacti lalu save, atau menggunakan fitur wget.
    [nanda@localhost ~]$ wget http://www.cacti.net/downloads/cacti-0.8.7g.tar.gz
  • Setelah itu, kita ekstrak, dan kita rename foldernya menjadi cacti
    [nanda@localhost ~]$ tar -zxvf cacti-0.8.7g.tar.gz
    [nanda@localhost ~]$ mv cacti-0.8.7g cacti
  • Pindahkan seluruh folder cacti ke direktori /var/www/html
    [nanda@localhost ~]$ mv cacti /var/www/html
  • Untuk menjalankan cacti, saya membuat user dengan identifikasi sebagai berikut
    user : cactiuser
    grup : cacti
    password : pass
    [root@localhost ~]# /usr/sbin/groupadd cacti
    [root@localhost ~]# /usr/sbin/useradd -g cacti cactiuser
    [root@localhost ~]# passwd cacti
  • Setelah itu, kita merubah kepemilikan folder cacti pada direktori root.
    [root@localhost ~]# cd /var/www/html/
    [root@localhost html]# chown -R cactiuser cacti/
  • Buat password untuk root pada mysql
    [root@localhost html]# mysqladmin –user=root –password=pass create cacti
  • Setelah itu, kembali ke direktori cacti pada /var/www/html lalu insert default cacti.sql ke database cacti yang telah kita buat.
    [root@localhost html]# cd /var/www/html/cacti
    [root@localhost cacti]# mysql -uroot -ppass cacti < cacti.sql

  • Setelah itu, login kedalam mysql untuk membuat username dan password buat cacti
    [root@localhost cacti]# mysql -uroot -ppass
    Welcome to the MySQL monitor. Commands end with ; or \g.
    Your MySQL connection id is 111
    Server version: 5.0.77 Source distribution
    Type ‘help;’ or ‘\h’ for help. Type ‘\c’ to clear the buffer.
    mysql> GRANT ALL ON cacti.* TO cactiuser@localhost IDENTIFIED BY ‘pass’;
    Query OK, 0 rows affected (0.00 sec)
    mysql> flush privileges;
    Query OK, 0 rows affected (0.00 sec)
    mysql> exit
    Bye
  • Edit file /var/www/html/cacti/include/config.php sesuai dengan informasi mysql anda. Kemudian save.
    [root@localhost cacti]# vim /var/www/html/cacti/include/config.php
    /* make sure these values refect your actual database/host/user/password */
    $database_type = “mysql”;
    $database_default = “cacti”;
    $database_hostname = “localhost”;
    $database_username = “cactiuser”;
    $database_password = “pass”;
    $database_port = “3306″;
  • Cacti membutuhkan cron untuk menjalankan polls, dan kita edit crontab sesuai kebutuhan. Kemudian, save.
    [root@localhost cacti]# crontab -e
    */5 * * * * /usr/bin/php /var/www/html/cacti/poller.php > /dev/null 2>&1
  • Pastikan memory_limit pada php.ini sudah diupgrade minimal 128M.
    [root@localhost cacti]# vim /etc/php.ini
    max_execution_time = 30 ; Maximum execution time of each script, in seconds
    max_input_time = 60 ; Maximum amount of time each script may spend parsing request data
    memory_limit = 128M ; Maximum amount of memory a script may consume
  • Pastikan service mysqld dan httpd berjalan dengan menggunakan perintah restart.
    [root@localhost cacti]# service mysqld restart
    [root@localhost cacti]# service httpd restart
  • Selanjutnya, anda bisa mengarahkan browser anda ke alamat web cacti. Dalam kasus ini, URL cacti yang saya konfigurasi adalah http://10.7.4.95/cacti/
  • Dan berikut capture screen login menu cacti.
    Login Cacti

    Login Cacti

  • Well Done. Selamat mencoba yah… ^-^

06.09.2011 – Mencari File via Console pada Linux

Awalnya saya mengalami kesulitan setiap harus nyari file di linux pake console. Linux yang saya sering gunakan memang tidak menggunakan GUI, performa yang jadi alasannya. Dan berikut beberapa tips untuk mencari file menggunakan console yang saya pakai.

Dengan menggunakan locate.

  • Pertama saya melakukan update database pencarian dengan command updatedb
    [root@gateway ~]# updatedb
  • Setelah itu, lakukan pencarian file yang dibutuhkan dengan locate.
    [root@gateway ~]# locate (penggalan nama file / keseluruhan nama file)

Dengan menggunakan find.

Apabila kita menginginkan pencarian tanpa mengupdate database terlebih dahulu, kita bisa menggunakan command find dengan beberapa variasi pilihan pencarian

  • Pencarian berdasarkan nama
    [root@gateway ~]# find /etc/ –name iptables
  • Pencarian berdasarkan izin akses
    [root@gateway ~]# find /etc/ –perm 755
  • Pencarian berdasarkan besar file tertentu, misalnya 23,13 MB
    [root@gateway ~]# find /etc/ –size 23,13M
  • Pencarian berdasarkan besar file lebih besar dari 15 MB
    [root@gateway ~]# find /etc/ –size +15M
  • Pencarian berdasarkan besar file lebih kecil dari 15 MB
    [root@gateway ~]# find /etc/ –size -15 MB

Nah, demikian sebagian trik buat pencarian menggunakan console di Linux. Semoga membantu yah..

03.08.2011 – Recovery password user pada mysql

Pernah ngalamin kelupaan password buat login di mysql ? Nah, berikut cara yang saya lakukan untuk mengatasi hal tersebut.

  1. Login sebagai root. Lalu matikan service mysql yang sedang berjalan.
    [root@gateway ~]# /etc/init.d/mysqld stop
  2. Jalankan service mysql dengan menggunakan opsi –skip-grant-tables.
    [root@gateway ~]# mysqld_safe --skip-grant-tables &
    [1] 2519
    Starting mysqld daemon with databases from /var/lib/mysql
  3. Login ke mysql dengan command mysql
    mysql -u root
  4. Pada tampilan mysql, lakukan update passwd. Dalam case ini, saya akan mengganti password untuk user root dengan password bismillah.
    Welcome to the MySQL monitor. Commands end with ; or \g.
    Your MySQL connection id is 13
    Server version: 5.0.77 Source distribution

    Type ‘help;’ or ‘\h’ for help. Type ‘\c’ to clear the buffer.

    mysql> update mysql.user set password=password(‘bismillah’) where user=’root’;

  5. Kemudian lakukan flush privileges.
    mysql> flush privileges;
  6. Lalu exit.
    mysql> exit;
  7. Well Done. Sekarang kita bisa memanfaatkan lagi service mysql.

22.06.2011 – Menggunakan LEFT, MID, RIGHT, COUNTIF, dan IF pada Excel

Seperti tak ada habisnya, saya kembali berpetualang dengan rumus-rumus Excel lagi. Awalnya, saya bermimpi dulu, mengkonsep hasil olahan yang saya inginkan di kepala saya tanpa berfikir, ” ada ga yah cara pemecahannya di Excel “, tapi justru itu ngebuat saya terlarut. Pemecahan masalah, dan itu yang saya suka.

Nah, di tutorial kali ini saya mencoba mengupas beberapa metode pengolahan data dengan menggunakan teknik LEFT, RIGHT, MID, COUNTIF, dan IF. Selain itu, saya juga mencoba membuat beberapa kombinasi penggunaan rumus-rumus tersebut. Well, kita mulai yuk…

  • LEFT
    Secara mudah, konsepnya adalah, saya punya data pada 1 baris di 1 kolom dalam bentuk teks. Saya ingin mengambil beberapa bagian karakter dimulai dari depan. Contohnya, dari kalimat PT. Arimbi Amartapura, saya ingin mengambil kata-kata PT. Arimbi. Dan, berikut rumus yang saya gunakan :

    =LEFT(F2,10), dimana

    LEFT, adalah fungsi yang digunakan. Perlu diperhatikan, fungsi harus selalu diikuti dengan tanda kurawal ().
    F2, adalah kolom berisi sumber data yang akan diolah.
    5, adalah banyak karakter yang diambil. Perlu diketahui, karakter ini termasuk tanda baca dan angka, which mean, tanda spasi pun dianggap sebagai karakter.
  • MID
    Dengan analogi pemikiran yang mirip, saya akan mengambil beberapa bagian karakter yang berada di antara sebuah data. Contohnya, dari kalimat AGUNG HIDAYANA, saya ingin mengambil kata-kata NG HIDA. Anda bisa perhatikan, saya turut mengambil karakter spasi diantara huruf G dan H. Dan, berikut rumus yang saya gunakan :
    Continue reading “22.06.2011 – Menggunakan LEFT, MID, RIGHT, COUNTIF, dan IF pada Excel” »

10.06.2011 – Konversi Text to Number di Microsoft Excel

Siapa bilang pemrograman membosankan ?! Asik banget tauk. Walopun mungkin pemrograman excel mah, kastanya ga tinggi hehehe..

Nah, ceritanya gini, saya nge-download laporan dari software operasional kantor. Bentuknya laporan keuangan, yang setelah di-download bentuknya excel. Tapi setelah saya download, ternyata data angka nominal formatnya bukan number, tetapi text. Akibatnya saya kesulitan buat nge-lookup ataupun cuma nge-SUM biasa. heu. Oia, buat info, cara ini sudah saya uji baik di Microsoft Excel 2003 maupun Microsoft Excel 2010 dan berjalan dengan ekseuleun!!.

Nah, berikut langkah-langkahnya,

  1. Pertama, anda bisa mendownload programnya, disini, lalu simpan di folder yang anda inginkan. Dalam tutorial ini, saya simpan di folder D:/Program
  2. Jalankan program Microsoft Excel anda, lalu buka fasilitas Add-ins melalui menu Tools -> Add-Ins

    Konversi #1


    Continue reading “10.06.2011 – Konversi Text to Number di Microsoft Excel” »

15.05.2011 – Windows XP/Vista/7 Recovery dengan EASEUS Todo Backup Home

Saat saya ditanya, sistem operasi apa yang paling saya suka untuk di perangkat komputer pribadi saya ? Saya akan bilang, Windows XP. Kenapa ? Karena tingkat keamanannya cukup baik tanpa saya merasa dipersulit untuk melakukan kustomisasi. Kan windows pusatnya virus, lalu kenapa ga pake Linux ? Hmm, jawaban jujur, Linux doesn’t satisfy my passion with sense of art. Terus berarti kompetensi kamu cuma di windows dong ? Ahahahaha.. tidak perlu menjadi ikan untuk bisa berenang kan ? ;) . Meski demikian, saya menguasai instalasi, konfigurasi, bahkan perawatan untuk berbagai platform sistem operasi koq. Mau saya buktikan ? ^-^

Disamping itu, saya memang tidak pernah percaya sama antivirus, jadi saya ga pernah takut dengan virus, indeed. Nekat ? Ah, engga koq. Di windows saya berkenalan dengan software recovery partisi. Oh.. yang bawaan windows ? Microsoft System Restore ya maksudnya ? Wah..wah.. bukaan.. malahan saya ga nge-rekomendasi-in software itu buat dipake, banyak efek yang malfunction, tapi saya bukan sedang ingin membahas sisi positif dan negatif dari software ini juga sih.

Selama hampir 10 tahun lamanya saya selalu menggunakan software Drive Image. Dengan modifikasi yang saya lakukan, saya bisa membuat software tersebut portable jadi enak buat digunain. Cuma, masalah yang kemudian muncul adalah saya ga bisa ngegunain software itu untuk maintenance versi windows yang lebih tinggi dari XP, such as Windows 7.
Continue reading “15.05.2011 – Windows XP/Vista/7 Recovery dengan EASEUS Todo Backup Home” »