<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>nanda.web.id</title>
	<atom:link href="http://nanda.web.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nanda.web.id</link>
	<description>... Official Website of Nanda ...</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 03:01:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.4</generator>
		<item>
		<title>04.02.2012 &#8211; ( Repost ) Adventure to Ujung Genteng, Sukabumi</title>
		<link>http://nanda.web.id/2012/02/04/04-02-2012-repost-adventure-ujung-genteng-sukabumi/</link>
		<comments>http://nanda.web.id/2012/02/04/04-02-2012-repost-adventure-ujung-genteng-sukabumi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 02:41:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sisi Lain]]></category>
		<category><![CDATA[Diary]]></category>
		<category><![CDATA[Hobi]]></category>
		<category><![CDATA[Memori]]></category>
		<category><![CDATA[Rehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nanda.web.id/?p=1135</guid>
		<description><![CDATA[Berbekal rasa penasaran yang tinggi akan petualangan pesisir pantai di Jawa Barat, membawa saya berselancar di internet tentang pesona pantai jawa Barat. Tak lama kemudian, foto dan cerita antusias beberapa teman di Mizan Media Utama, membuat semakin tinggi rasa kepenasaran ini. Ingin ke Pantai Ujung Genteng.. Diawali dengan membuka internet, mengeksplorasi Howto get there dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fnanda.web.id%2F2012%2F02%2F04%2F04-02-2012-repost-adventure-ujung-genteng-sukabumi%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>Berbekal rasa penasaran yang tinggi akan petualangan pesisir pantai di Jawa Barat, membawa saya berselancar di internet tentang pesona pantai jawa Barat. Tak lama kemudian, foto dan cerita antusias beberapa teman di Mizan Media Utama, membuat semakin tinggi rasa kepenasaran ini.</p>
<h1>Ingin ke Pantai Ujung Genteng..</h1>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/ujung_genteng1.JPG" title="Ujung Genteng #1" width="300" height="200" /><p class="wp-caption-text">Ujung Genteng #1</p></div>Diawali dengan membuka internet, mengeksplorasi Howto get there dari milis-milis, membuat saya bergumam, “hmm..backpacking ke pantai Ujung Genteng, pasti sangat menyenangkan..”. Tapi sangat sulit mencari waktu yang tepat karena perjalanan ini akan lebih menyenangkan dilakukan bukan di weekend dan setidaknya selama 3 hari 2 malam.</p>
<p>Dan saat itu tiba, Januari yang penuh cerita, betapa tidak, keleluasaan waktu itu akhirnya saya dapati. Bismillah..akhir Januari saya akan berangkat.</p>
<p>Perjalanan ini saya mulai dengan bersiap di malam Rabu, 26 Januari 2010. Berbekal 2 backpack besar dan 1 tas selempang, saya, istri, dan putera saya, Ikram Rifqy Miftahul Ayyash, memulai petualangan kami. Khusus buat ikram, saya memang sangat ingin mengenalkan dia dengan petualangan alam. Dan di perjalanan kali ini, saya berprinsip “ini harus saya nikmati, saya tidak ingin terikat waktu, semuanya harus ditelusuri dengan hati.” So, buru – buru tidak ada di kamus saya. Setelah melengkapi dengan perbekalan secukupnya, kami berangkat.</p>
<p>Hmm..Kami berangkat hari Rabu siang..hehehe, meski sebetulnya buat yang hendak berangkat ke Ujung Genteng dari Bandung, saya sarankan untuk berangkat pagi – pagi. Karena harus mengambil kamera terlebih dahulu ke rumah Tante, sehingga saya tidak naik Bus dari terminal Leuwi Panjang, melainkan mencegatnya di depan komplek Kopo Kencana. Tak lama, Bus Bhinneka AC Bandung – Sukabumi pun melintas. Hup! Tepat pukul 11.53 WIB, kami naik. Saya pilih kursi paling belakang karena kebetulan kursi 3 seat disitu yang masih kosong. Setelah menghela nafas sejenak, masuk ke tol Pasirkoja, kondektur pun mulai menagih ongkos. *cring* Rp. 42.000 untuk 2 orang pun keluar. Alhamdulillah, di perjalanan, Bus ini tidak terlalu padat, jadi 3 kursi bisa saya tempati dengan leluasa, lumayan ikram bisa lebih bebas berekspresi. Keluar dari tol Padalarang, bus melalui Cianjur sampai ke Sukabumi. Dan tepat pukul 15.15 WIB, kami sampai di Terminal Degung Sukabumi.</p>
<p>Well, tidak ubahnya dengan di tempat lain, belasan calo pun mulai mengerubungi kami. Saya bersyukur kemampuan berbahasa lokal (Sunda) mampu membuat perjalanan ini lebih ramah. Mungkin karena mereka merasa saya pribumi (?), kerubungan itu tidak lama memecah. Kami pun rehat sejenak di warung depan terminal untuk sekedar meluruskan kaki dan menarik nafas sejenak setelah menempuh 3 jam perjalanan.</p>
<p>Darisana, saya menggunakan angkot berwarna kuning tanpa stiker rute seperti umumnya angkot di Bandung. *cring* ongkos sebesar Rp. 10.000 untuk 2 orang pun keluar dari saku celana saya. Hanya membutuhkan waktu 20 menit, kami tiba di Terminal Lembur Situ. Selanjutnya, untuk menuju Ujung Genteng terdapat 2 pilihan, menggunakan bus ¾ MGI atau dengan Elf. Karena pertimbangan, menurut cerita, rute Terminal Lembur Situ – Surade merupakan rute yang paling menantang, awalnya saya akan menggunakan bus saja karena pertimbangan Ikram ikut serta. Di sekitar terminal, ternyata banyak pula minimarket, untuk jaga2, saya pun melengkapi perbekalan, terutama Biskuat Bolu rasa coklat untuk ikram dan minuman C1000 untuk sekedar menjaga stamina selain melepas dahaga. Selepas dari minimarket, saya bertanya pada bapak2 disana, “ Pak, kalo bus MGI masih ada ?” Eh, saya malah diantarkan ke Elf yang kebetulan akan pulang dan tidak mengetem. Jadilah saya naik elf yang berasa mobil pribadi karena hanya bertiga dan supir serta kernet didalamnya. Alhamdulillah. Cepat dan leluasa. *cring* Ongkos sebesar Rp. 50.000 untuk 2 orang pun, saya rasakan cukup sepadan. Tepat pukul 16.07 WIB, Elf kami berangkat.<br />
<span id="more-1135"></span><br />
Hmm..tidak seperti dugaan saya sebelumnya, ternyata rute ini tidak ubahnya rute menuju Ciwidey saya kira, hanya dengan jarak perjalanan yang lebih jauh. Wuss, sangat cekatan bapak supir mengemudikan Elf. Yap, saya sarankan untuk temen2 yang belum terbiasa dengan rute menikung cepat kiri dan kanan, untuk minum antimo terlebih dahulu karena rute ini memungkinkan untuk mengaduk perut. Tapi kalo yang terbiasa dengan sensasi Roller Coaster Halilintar di Dufan, rute ini no big deal lah. Dan di rute ini saya merasakan sensasi, makan jagung rebus panas di Elf. Nikmat.. ”hatur nuhun kang, tos kersa naek di jalan, icalan jagong haneut..”</p>
<p>Tepat pukul 18.25 WIB, kami sampai di Surade. Karena pertimbangan hari sudah malam, saya memutuskan untuk menginap terlebih dahulu di Surade. Dan sesuai petunjuk supir Elf, kami bermalam di Penginapan “Surade”. Murah, saya hanya mengeluarkan *cring* Rp. 40.000 untuk 1 malam tapi dengan footnote “Jangan Protes ini bukan Shangri-La”. Dan ternyata, pilihan kami tepat. Karena paginya, sebelum melanjutkan perjalanan ke Ujung Genteng yang tinggal 22 km lagi dari Surade, kami bisa mengunjungi obyek wisata Curug Cikaso.</p>
<p><div class="wp-caption alignright" style="width: 342px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/ujung_genteng2.JPG" title="Ujung Genteng #2" width="332" height="250" /><p class="wp-caption-text">Ujung Genteng #2</p></div>Pagi hari, pukul 07.59 WIB, saya bertolak menuju Curug Cikaso dengan menggunakan ojek dari penginapan. Untuk menghemat pengeluaran, saya hanya mencarter 1 motor saja, ah toh tidak jauh juga. *cring* Rp. 50.000 untuk perjalanan pulang pergi Curug – Penginapan keluar dari saku celana saya.<br />
1 diantara 3 curug di Cikaso 08.16 WIB, Curug Cikaso. Hwaa..keren.. speechless, ga ada kata2 lagi selain keren abis. Dan saya baru tahu, iklam Djarum Cokelat ternyata diambil disini pula. Cool.</p>
<p>10.07 WIB, kami kembali ke penginapan. Dan bersiap untuk bertolak ke Ujung Genteng. Dan setelah berkemas dan makan siang, kami berangkat dari Surade ke Ujung Genteng dengan menggunakan angkot berwarna merah. 12.52 WIB, angkot kami bertolak menuju Ujung Genteng. Well, perjalanan mulai menarik karena di kejauhan garis laut mulai membentuk. Diantara perkebunan kelapa, angkot kami melaju. Oia, sedikit catatan, tidak perlu khawatir karena Surade tak ubahnya kota kecil. Disini ada indomart &#038; alfamart, juga ada ATM bersama ternyata. Sesampainya di Ujung Genteng, angkot ini ternyata bisa mengantarkan sampai ke pondok HEXA, penginapan yang saya akan tempati selama disini. *cring* ongkos normal Rp. 7000 per orang ditambah ekstra Rp. 3000 per orang karena sampai penginapan, saya keluarkan.</p>
<p>Pukul 13.53 WIB tiba di pondok HEXA. Cukup representative. Mungkin karena tidak disarankan untuk berenang di Ujung Genteng, di penginapan kami tersedia kolam renang. Oia, berbeda dengan pantai Pangandaran, disini semuanya masih begitu alami dan jarang tersedia kelengkapan publik. Saya memilih kamar Lobster sebagai tempat beristirahat.</p>
<p>lukisan alam di sore hari Tidak membuang waktu, kami bermain ke pantai. Dan Alhamdulillah, saya sempat menikmati sensasi matahari tenggelam di Ujung Genteng. Indah. Berbekal informasi kalau disini ada obyek wisata lain yang menarik, saya menjajal pengalaman melihat penyu bertelur dan melepasnya kembali ke laut.<br />
Dengan menggunakan ojek pulang pergi, Rp. 40.000 per ojek pun keluar dari saku celana. *cring*.</p>
<p>Pantai Pangumbahan. Menurut informasi petugas, Penyu yang berasa dari laut lepas Australia singgah di pantai ini untuk bertelur. Sungguh perjalanan yang jauh. Penyu yang biasanya bertelur adalah jenis penyu hijau, penyu yang luar biasa besar, dan bahkan ada yang pernah hingga berdiameter 1.5 meter. Wuihh…</p>
<p>Tapi menunggu mereka dibutuhkan kesabaran karena mereka sangat sensitif akan keberadaan manusia. Bisa saja mereka kembali ke laut, tidak jadi bertelur, apabila mendeteksi keberadaan manusia. Untunglah, malam itu bulan sedang purnama. Saya menunggu di pantai tidak ubahkan berpenerangan lampu. Bersyukur pilihan waktunya tepat, karena di musim liburan, pengunjung membludak dan petualangan penyu ini akan kurang nikmat karena terlalu banyak orang. Hari itu, selain saya dan keluarga, ada rombongan dari Jakarta 5 orang. Sambil menunggu, di kantor ada beberapa tukik (anak penyu) yang siap dilepaskan. Biasanya ritual pelepasan tukik dilakukan sore hari pukul 5. Ikram seneng banget maen – maen sama tukik, sesama anak2 mungkin. <img src='http://nanda.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><div class="wp-caption alignleft" style="width: 342px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/ujung_genteng4.JPG" title="Ujung Genteng #3" width="332" height="250" /><p class="wp-caption-text">Ujung Genteng #3</p></div>Tepat pukul 23.00 WIB, seekor penyu pun datang dan mulai menggali lubang untuk bertelur. Harus hening, kami tidak boleh bersuara. Dia terus memperhatikan suasana. Dan pukul 23.57 WIB, penyu mulai bertelur. Pada saat itulah, setelah mulai bertelur, kami bisa mendekat, mengelus, bahkan berfoto – foto. Penyu yang kami temui berdiameter kurang lebih 80 cm, besar. Pukul 24.20 WIB, penyu selesai bertelur. Ia mengibaskan keempat kakinya untuk menutupi telur2 itu dengan pasir. Oia, pasirnya jauh berbeda dengan di tempat lain. Sangat halus. Menurut petugas, ini karena lepas dari pantai langsung menuju laut lepas. Tidak ada karang pemecah ombak seperti bagian lain di pantai Ujung Genteng. Which mean, jangan pula berani2 untuk mendekat ke laut terlalu jauh apalagi berenang. <img src='http://nanda.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pukul 24.47 WIB, setelah perjuangan bertelur dan berangkat lagi menuju laut, penyu pun ke laut lepas. Ah, saya merasa begitu hebat perjuangan sang penyu untuk meneruskan generasinya. Tidak mudah. Namun ia tidak menyerah. Subhanallah.</p>
<p>Pukul 01.19 WIB, saya pun tiba di penginapan dan beristirahat.</p>
<p>pelangi pagi ujung genteng.. Dari pagi hingga siang, kami habiskan di pantai. Dan huwahay!!! saya lihat, dia nyata..</p>
<p>Dan bahkan sempat tertangkap oleh kamera, ada elang tebang dekat sang pelangi..</p>
<p>Lalu pukul 13.58 WIB, saya bertolak kembali ke Bandung. Namun sebelum kami berangkat, kami sempatkan pula berburu seafood disana. Tidak seperti Pangandaran, dimana kita bebas memilih warung makan dengan segala macam hasil laut fresh bisa kita pilih di depan warung, di Ujung Genteng, kita harus berburu dulu ke Tempat Pasar Ikan (TPI) untuk membeli hasil laut mentah, kemudian kita bawa ke warung2 sekitar untuk minta diolah, entah dibakar atau di goreng. Saya menyarankan warung makan Pak Endang, yang letaknya tepat di pertigaan sebelah kiri dari arah penginapan, sebelum TPI.</p>
<p>Ada fakta menarik, bahwa meskipun terbuka untuk umum. Pantai Ujung Genteng di-klaim oleh TNI AU dari Lanud Atang Senjaya sebagai wilayah mereka dan hal ini masih menjadi sumber konflik antara aparat dengan penduduk sekitar. Sungguh ironi, di tengah gembar gembor Otonomi Daerah, pemda setempat seakan kehilangan nyali dan siap (?) melepas sumber PAD yang potensial bagi daerahnya. Ck..ck..ck..</p>
<p>Fakta menarik lainnya, menurut informasi dari penduduk, peak time kunjungan ke Ujung Genteng adalah antara bulan Mei &#8211; Juni. Awal tahun ini kebetulan bertepatan dengan musim Angin Barat (?) yang berdampak pada merapatnya hampir semua nelayan karena ganasnya ombak lautan. Para wisatawan asing yang kerap memanfaatkan ombak Ujung Genteng untuk surfing pun tidak ada yang datang. Cuaca di awal tahun ini memang agak kurang bersahabat, Tapi untuk teman2 yang ingin merasakan sensasi ketenangan Ujung Genteng, justru saya sarankan untuk datang di saat2 seperti ini. Sepi, tenang, hening, dan biaya yang dikeluarkan pun tidak melonjak drastis.</p>
<h1>Ujung Genteng..see you again !!</h1>
<p>Dan perjalanan ini pun berakhir saat kami tiba kembali di Bandung hari Jumat, 29 Januari 2010 malam. Selanjutnya saya habiskan untuk berisitirahat sebelum memulai rutinitas sebagai pegawai kembali di awal Februari. Ah liburan yang sangat menyenangkan.</p>
<p>PS :<br />
Rute yang digunakan</p>
<ul>
<li>Bandung – Sukabumi via Bus Bhinneka AC : Rp. 21.000 / orang.
</li>
<li>Terminal Degung Sukabumi – Terminal Lembur Situ via Angkot Kuning : Rp. 5.000 /orang
</li>
<li>Terminal Lembur Situ – Surade via Elf : Rp. 25.000 / orang
</li>
<li>Penginapan Surade – Curug Cikaso via Ojek P.P : Rp. 50.000 / orang
</li>
<li>Surade – Ujung Genteng via Angkot Merah : Rp. 7.000 / orang
</li>
<li>Untuk tambahan angkot hingga ke Penginapan Pondok HEXA : Rp. 3.000 / orang
</li>
<li>Pondok HEXA – Penangkaran Penyu via Ojek P.P : Rp. 40.000 / orang
</li>
</ul>
<p>Fasilitas yang digunakan<br />
Penginapan Surade 1 malam : Rp. 40.000 / kamar</p>
<p>List harga kamar Pondok HEXA</p>
<ul>
<li>Type Kakap [ 3 Family Room, AC, TV, Kitchen ] : Rp. 750.000 / hari
</li>
<li>Type Tuna [ 2 Family Room, AC, TV, Kitchen ] : Rp. 500.000 / hari
</li>
<li>Type Tiram [ 1 Family Room, AC, TV, Kitchen ] : Rp. 400.000 / hari
</li>
<li>Type Kerang [ 1 Room, AC, TV ] : Rp. 250.000 / hari
</li>
<li>Type Lobster [ 1 Room, Ceiling Fan ] : Rp. 125.000 / hari
</li>
<li>Extra Bed : Rp. 35.000
</li>
</ul>
<p>Telp. Pondok HEXA (021) 7509271, 08159372999, 081380585444, dan 0818603477.</p>
<h1>Foto-foto lain dari pengalaman di Ujung Genteng</h1>
<p><div class="wp-caption alignnone" style="width: 342px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/ujung_genteng5.JPG" title="Ujung Genteng #4" width="332" height="224" /><p class="wp-caption-text">Ujung Genteng #4</p></div>
<p><div class="wp-caption alignnone" style="width: 342px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/ujung_genteng7.JPG" title="Ujung Genteng #5" width="332" height="224" /><p class="wp-caption-text">Ujung Genteng #5</p></div>
<p><div class="wp-caption alignnone" style="width: 342px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/ujung_genteng8.JPG" title="Ujung Genteng #6" width="332" height="224" /><p class="wp-caption-text">Ujung Genteng #6</p></div>
<p><div class="wp-caption alignnone" style="width: 342px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/ujung_genteng9.JPG" title="Ujung Genteng #7" width="332" height="224" /><p class="wp-caption-text">Ujung Genteng #7</p></div>
<p><div class="wp-caption alignnone" style="width: 342px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/ujung_genteng10.JPG" title="Ujung Genteng #8" width="332" height="224" /><p class="wp-caption-text">Ujung Genteng #8</p></div>
<p>
<em>Waktu memang rahasia. Dan Januari penuh cerita untuk saya. Lalu Februari, akan jadi pembuktian. Saya masih ada.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nanda.web.id/2012/02/04/04-02-2012-repost-adventure-ujung-genteng-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>04.02.2012 &#8211; Semboyan Prajurit Siliwangi</title>
		<link>http://nanda.web.id/2012/02/04/04-02-2012-semboyan-prajurit-siliwangi/</link>
		<comments>http://nanda.web.id/2012/02/04/04-02-2012-semboyan-prajurit-siliwangi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 02:38:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sisi Lain]]></category>
		<category><![CDATA[Hebat!]]></category>
		<category><![CDATA[Hobi]]></category>
		<category><![CDATA[Memori]]></category>
		<category><![CDATA[Rehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nanda.web.id/?p=1131</guid>
		<description><![CDATA[Saya menyukai sejarah dari sejak kecil. Dan ketertarikan itu membawa saya ke Museum Mandala Wangsit Siliwangi. Nama jalan museum itu, Jl. Lembong, diambil dari nama Letkol Lembong, salah satu prajurit Siliwangi yang menjadi korban dalam Peristiwa Kudeta Angkatan Perang Ratu Adil. Sebelumnya jalan itu bernama Oude Hospitaalweg. Di salahsatu sudut Museum Mandala Wangsit Siliwangi, saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fnanda.web.id%2F2012%2F02%2F04%2F04-02-2012-semboyan-prajurit-siliwangi%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p><div class="wp-caption alignright" style="width: 410px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/museum.jpg" title="Museum Mandala Wangsit Siliwangi" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Museum Mandala Wangsit Siliwangi</p></div>Saya menyukai sejarah dari sejak kecil. Dan ketertarikan itu membawa saya ke Museum Mandala Wangsit Siliwangi. Nama jalan museum itu, Jl. Lembong, diambil dari nama Letkol Lembong, salah satu prajurit Siliwangi yang menjadi korban dalam Peristiwa Kudeta Angkatan Perang Ratu Adil. Sebelumnya jalan itu bernama Oude Hospitaalweg. Di salahsatu sudut Museum Mandala Wangsit Siliwangi, saya menemukan kata-kata ini yang tertulis diatas sebuah batu besar, di depan Museum. Kata-kata ini menarik bagi saya karena isinya mencerminkan semangat. Dan, saya ingin abadikan kata-kata itu di website saya.</p>
<p><em><font color=red><br />
Paduli teuing</p>
<p>Kuring keur ngabagong</p>
<p>Nu narenjokeun ulah rea omong</p>
<p>Kieu soteh miceun tineung</p>
<p>Lamun prung mah moal keueung</p>
<p>Pasukan Siliwangi</p>
<p>Saeutik geu mahi<br />
</em></font><br />
Dan, seperti mereka, para prajurit Siliwangi, kalimat ini mengisi semangat dalam hati saya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nanda.web.id/2012/02/04/04-02-2012-semboyan-prajurit-siliwangi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>26.01.2012 &#8211; Instalasi Web Server di Windows 7 dengan XAMPP dan Joomla!</title>
		<link>http://nanda.web.id/2012/01/26/26-01-2012-instalasi-web-server-di-windows-7-dengan-xampp-dan-joomla/</link>
		<comments>http://nanda.web.id/2012/01/26/26-01-2012-instalasi-web-server-di-windows-7-dengan-xampp-dan-joomla/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 10:08:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Joomla!]]></category>
		<category><![CDATA[Windows]]></category>
		<category><![CDATA[XAMPP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nanda.web.id/?p=1120</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini sengaja saya buat untuk memenuhi janji pada adik-adik saya, Kartika, Citra sama Dinda. &#8220;Pokonya, jangan dulu tanya aa kalo eneng, dede sama dinda belum nyobain yah :p&#8221;. Kali ini saya akan mengulas tentang langkah &#8211; langkah instalasi web server pada sistem operasi Windows dan dilengkapi dengan CMS Joomla!. Menurut wikipedia, Sistem manajemen konten [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fnanda.web.id%2F2012%2F01%2F26%2F26-01-2012-instalasi-web-server-di-windows-7-dengan-xampp-dan-joomla%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>Tulisan ini sengaja saya buat untuk memenuhi janji pada adik-adik saya, Kartika, Citra sama Dinda. <em>&#8220;Pokonya, jangan dulu tanya aa kalo eneng, dede sama dinda belum nyobain yah :p&#8221;</em>.</p>
<p>Kali ini saya akan mengulas tentang langkah &#8211; langkah instalasi web server pada sistem operasi Windows dan dilengkapi dengan CMS Joomla!. Menurut wikipedia, Sistem manajemen konten (Inggris: Content Management System, disingkat CMS), adalah perangkat lunak yang memungkinkan seseorang untuk menambahkan dan/atau memanipulasi (mengubah) isi dari suatu situs Web. Umumnya, sebuah CMS (Content Management System) terdiri dari dua elemen:</p>
<p>- aplikasi manajemen isi (Content Management Application, [CMA])<br />
- aplikasi pengiriman isi (content delivery application [CDA]).</p>
<p>Elemen CMA memperbolehkan si manajer isi -yang mungkin tidak memiliki pengetahuan mengenai HTML (HyperText Markup Language)-, untuk memenej pembuatan, modifikasi, dan penghapusan isi dari suatu situs Web tanpa perlu memiliki keahlian sebagai seorang Webmaster. Elemen CDA menggunakan dan menghimpun informasi-informasi yang sebelumnya telah ditambah, dikurangi atau diubah oleh si empunya situs web untuk meng-update atau memperbaharui situs Web tersebut. Kemampuan atau fitur dari sebuah sistem CMS berbeda-beda, walaupun begitu, kebanyakan dari software ini memiliki fitur publikasi berbasis Web, manajemen format, kontrol revisi, pembuatan index, pencarian, dan pengarsipan. </p>
<p>Dan diantara sekian banyak CMS, Joomla merupakan salahsatu CMS yang bersifat free dan cukup powerfull. Pengembangan CMS ini dapat digunakan untuk membuat website yang lebih kompleks dari sekedar blog, menjadi website komersial salahsatunya.</p>
<p>Dalam tutorial kali ini, ada beberapa software pendukung yang harus dipersiapkan.</p>
<ul>
<li><b><font color=red>Windows 7</font></b>. Well, tutorial ini juga dapat anda gunakan didalam lingkungan Windows XP, koq. No Problemo with that <img src='http://nanda.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />
</li>
<li><b><font color=red>XAMPP</font></b>. Tools ini merupakan software all in one yang paketnya berisi Apache dan Mysql. Untuk mendapatkan versi terbaru dari XAMPP, anda dapat mengunjungi <a href=http://www.apachefriends.org/en/xampp-windows.html target="_blank">http://www.apachefriends.org/en/xampp-windows.html</a>. Disini saya menggunakan xampp-win32-1.7.7-VC9-installer.exe.
</li>
<li><b><font color=red>Joomla!</font></b>. Untuk mendapatkan versi terbaru dari Joomla!, anda dapat mengunjungi <a href=http://www.joomla.org/download.html target="_blank">http://www.joomla.org/download.html</a>. Disini saya menggunakan Joomla_1.7.0-Stable-Full_Package.zip.
</li>
<li><b><font color=red>Notepad</font></b>. Tool ini adalah bawaan dari windows dan untuk mengakses bisa dilakukan melalui Start Menu -> All Programs -> Accessories -> Notepad.
</li>
</ul>
<p>Oke, sekarang kita mulai yukz&#8230;</p>
<h1>Instalasi XAMPP</h1>
<ol>
<li>Jalankan file xampp.exe yang sudah dipersiapkan.
</li>
<li>Pada pilihan bahasa yang akan dipergunakan saat instalasi, pilih <b>English</b> lalu tekan <b>OK</b><br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 314px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/files/xampp1.png" title="XAMPP #1" width="304" height="166" /><p class="wp-caption-text">XAMPP #1</p></div>
</li>
<li>Untuk pengguna Windows 7, anda akan menemukan pesan berikut karena secara default pada windows 7 terdapat service UAC. Well, kita tekan <b>OK</b>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 502px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/files/xampp2.png" title="XAMPP #2" width="492" height="170" /><p class="wp-caption-text">XAMPP #2</p></div>
</li>
<li>Nah, Setup Wizard siap untuk dimulai. Tekan <b>Next</b>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 523px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/files/xampp3.png" title="XAMPP #3" width="513" height="400" /><p class="wp-caption-text">XAMPP #3</p></div><br />
<span id="more-1120"></span>
</li>
<li>Anda bisa menentukan folder dimana lokasi XAMPP akan diinstall. Secara pribadi, saya menyarankan tidak di drive C:/. Kenapa ? Karena pada windows, saya biasanya menggunakan software backup dan efek restore backup akan menghapus seluruh isi file di drive C:/. Tapi untuk tutorial ini, kita biarkan saja ia berada di drive C:/. Selanjutnya, tekan <b>Next</b>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 523px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/files/xampp4.png" title="XAMPP #4" width="513" height="399" /><p class="wp-caption-text">XAMPP #4</p></div>
</li>
<li>Menu instalasi akan menampilkan overview serta pilihan aktivasi service pada XAMPP anda. Biasanya saya hanya mengaktifkan service Apache serta Mysqld. Anda bisa men-centang kotak sebelah kiri service tersebut, lalu tekan <b>Install</b>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 523px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/files/xampp5.png" title="XAMPP #5" width="513" height="399" /><p class="wp-caption-text">XAMPP #5</p></div>
</li>
<li>Tunggu sebentar, proses instalasi sedang berjalan.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 523px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/files/xampp6.png" title="XAMPP #6" width="513" height="401" /><p class="wp-caption-text">XAMPP #6</p></div></p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 687px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/files/xampp7.png" title="XAMPP #7" width="677" height="342" /><p class="wp-caption-text">XAMPP #7</p></div>
</li>
<li>Sip, proses instalasi sudah selesai. Selanjutnya tekan <b>Finish</b>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 525px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/files/xampp8.png" title="XAMPP #8" width="515" height="402" /><p class="wp-caption-text">XAMPP #8</p></div>
<p>
Kemudian, XAMPP akan melakukan otomatisasi finishing checking untuk seluruh port yang dibutuhkan.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 689px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/files/xampp9.png" title="XAMPP #9" width="679" height="342" /><p class="wp-caption-text">XAMPP #9</p></div>
</li>
<li>Setelah finishing checking selesai, pada jendela petunjuk, tekan tombol <b>OK</b>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 500px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/files/xampp10.png" title="XAMPP #10" width="490" height="170" /><p class="wp-caption-text">XAMPP #10</p></div>
</li>
<li>Dan, mari kita jalankan service XAMPP. Tekan <b>Yes</b>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 500px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/files/xampp11.png" title="XAMPP #11" width="490" height="170" /><p class="wp-caption-text">XAMPP #11</p></div>
</li>
<li>Hooplaa!, XAMPP Control Panel Application akan muncul di layar anda. Pastikan service Apache dan Mysql running.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 465px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/files/xampp12.png" title="XAMPP #12" width="455" height="402" /><p class="wp-caption-text">XAMPP #12</p></div>
</li>
<li>Instalasi XAMPP, done.
</li>
</ol>
<h1>Membuat script PHP sederhana untuk pengujian web server</h1>
<ol>
<li>Yang perlu kita pahami, seluruh file yang bertanggungjawab untuk web kita diletakkan di folder C:\xampp\htdocs.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 629px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/files/php1.png" title="PHP #1" width="619" height="481" /><p class="wp-caption-text">PHP #1</p></div>
</li>
<li>Dengan menggunakan notepad, kita akan membuat file php sederhana. Buka notepad anda, namai dengan <b>test.php</b>, lalu simpan di folder C:\xampp\htdocs. Isi dari file test.php seperti dibawah ini.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
&lt;html&gt;<br />
&lt;body&gt;</p>
<p>&lt;?php<br />
echo &quot;Alhamdulillah yah.. udah bisa nih.. sik asikkk..&quot;;<br />
?&gt;</p>
<p>&lt;/body&gt;<br />
&lt;/html&gt;<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-
</li>
<li>Sekarang, buka browser anda (firefox misalnya), lalu akses alamat berikut <a href=http://localhost/test.php target="_blank">http://localhost/test.php</a>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 562px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/files/php2.png" title="PHP #2" width="552" height="236" /><p class="wp-caption-text">PHP #2</p></div>
</li>
<li>Nah, sekarang kita buat lagi file untuk nampilin informasi spesifikasi web server kita. Buka notepad anda kembali, namai dengan <b>phpinfo.php</b>, lalu simpan di folder C:\xampp\htdocs. Isi dari file phpinfo.php seperti dibawah ini.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
&lt;html&gt;<br />
&lt;body&gt;</p>
<p>&lt;?php<br />
phpinfo();<br />
?&gt;</p>
<p>&lt;/body&gt;<br />
&lt;/html&gt;<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-
</li>
<li>Sekarang, buka browser anda lagi, lalu akses alamat berikut <a href=http://localhost/phpinfo.php target="_blank">http://localhost/phpinfo.php</a>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 665px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/files/php3.png" title="PHP #3" width="655" height="712" /><p class="wp-caption-text">PHP #3</p></div>
</li>
<li>Nah, kalo kedua percobaan diatas sudah berhasil, artinya web server udah bener2 oke deh. Well done.
</li>
</ol>
<h1>Instalasi Joomla!</h1>
<ol>
<li>Langkah yang pertama adalah ekstrak file joomla!.zip dan simpan di folder C:\xampp\htdocs. Lalu rename folder hasil ekstraksi menjadi hmm&#8230; <b>websiteku</b>, misalnya. Perlu diperhatikan, nama folder ini selanjutnya menjadi identitas alamat website kita.
</li>
<li>Sekarang, buka browser anda lagi, lalu akses alamat berikut <a href=http://localhost/websiteku/ target="_blank">http://localhost/websiteku</a>.
</li>
<li>Karena instalasi akan kita lakukan dengan menggunakan bahasa Inggris, pilih <b>English (United States)</b> lalu tekan <b>Next</b>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 910px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/files/joomla1.png" title="Joomla! #1" width="900" height="600" /><p class="wp-caption-text">Joomla! #1</p></div>
</li>
<li>Pada menu pre-Installation check, pastikan seluruh pilihan berada pada posisi <b><font color=green>Yes</font></b>, kemudian tekan <b>Next</b>. Tapi tenang ajah, selama versi xampp sesuai dengan yang terbaru, insya Allah warnanya hijau semua koq. <img src='http://nanda.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 910px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/files/joomla2.png" title="Joomla! #2" width="900" height="611" /><p class="wp-caption-text">Joomla! #2</p></div>
</li>
<li>Karena sifatnya yang Open Source, penggunaan Joomla! mensyaratkan kita untuk mengikuti GNU General Public License. Udah ga usah dibaca, klik <b>Next</b> ajah. hehehe&#8230;.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 910px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/files/joomla3.png" title="Joomla! #3" width="900" height="715" /><p class="wp-caption-text">Joomla! #3</p></div>
</li>
<li>Oke, di menu ini kita akan melakukan pengaturan database. Bingung ? Ikutin ajah sesuai pada gambar. <img src='http://nanda.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /><br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 910px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/files/joomla4.png" title="Joomla! #4" width="900" height="575" /><p class="wp-caption-text">Joomla! #4</p></div>
</li>
<li>Menu FTP Configuration ini adalah optional. Mari kita skip dengan menekan <b>Next</b><br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 910px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/files/joomla5.png" title="Joomla! #5" width="900" height="574" /><p class="wp-caption-text">Joomla! #5</p></div>
</li>
<li>Selanjutnya, anda akan membuat konfigurasi utama dari CMS Joomla!. Untuk password yang digunakan adalah <b>admin</b>. <font color=green>Perlu diperhatikan, untuk mempermudah jangan lupa tekan tombol <b>Install Sample Data</b></font>. Lalu tekan <b>Next</b>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 910px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/files/joomla6.png" title="Joomla! #6" width="900" height="796" /><p class="wp-caption-text">Joomla! #6</p></div><br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 673px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/files/joomla7.png" title="Joomla! #7" width="663" height="110" /><p class="wp-caption-text">Joomla! #7</p></div>
</li>
<li>Alhamdulillah, instalasi Joomla! sudah selesai. <font color=red>Jangan lupa untuk menghapus folder instalasi terlebih dahulu</font>. Kemudian, anda bisa mulai mengakses website anda di alamat <a href=http://localhost/websiteku/ target="_blank">http://localhost/websiteku</a>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 910px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/files/joomla8.png" title="Joomla! #8" width="900" height="585" /><p class="wp-caption-text">Joomla! #8</p></div><br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 673px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/files/joomla9.png" title="Joomla! #9" width="663" height="371" /><p class="wp-caption-text">Joomla! #9</p></div>
</li>
<li>Silakan login dengan menggunakan user : admin dan password : admin, sesuai dengan yang kita buat tadi di menu konfigurasi utama.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 630px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/files/joomla10.png" title="Joomla! #10" width="620" height="461" /><p class="wp-caption-text">Joomla! #10</p></div>
</li>
<li>Ooops!!! Kenapa begitu diakses malah tampil banyak error ?!.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 874px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/files/joomla11.png" title="Joomla! #11" width="864" height="920" /><p class="wp-caption-text">Joomla! #11</p></div><br />
Nah, coba anda buka file <font color=red>C:\xampp\htdocs\websiteku\configuration.php</font>. Lalu, ubah nilai pada <b>public $error_reporting = &#8216;-1&#8242;;</b> menjadi <b>public $error_reporting = &#8217;1&#8242;;</b>. Kemudian akses kembali website anda.
</li>
<li>Done. Joomla! sudah siap untuk dipergunakan. Selamat mencoba yah&#8230;<br />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nanda.web.id/2012/01/26/26-01-2012-instalasi-web-server-di-windows-7-dengan-xampp-dan-joomla/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>28.12.2011 &#8211; Membuat File Locking Sederhana di Skrip Bash</title>
		<link>http://nanda.web.id/2011/12/28/28-12-2011-membuat-file-locking-sederhana-di-skrip-bash/</link>
		<comments>http://nanda.web.id/2011/12/28/28-12-2011-membuat-file-locking-sederhana-di-skrip-bash/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 17:54:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Bash]]></category>
		<category><![CDATA[Daily Use]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nanda.web.id/?p=1096</guid>
		<description><![CDATA[Sebetulnya ini adalah copy paste dari tulisan original milik teman saya, Cecep Mahbub. Tapi karena isinya menarik buat saya, jadi saya putuskan untuk menulisnya ulang disini. Kang Cecep, nuhun infonya. Saya ikut numpang kopas yah Original link, Membuat File Locking Sederhana di Skrip Bash Membuat File Locking Sederhana di Skrip Bash Tips sederhana untuk membuat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fnanda.web.id%2F2011%2F12%2F28%2F28-12-2011-membuat-file-locking-sederhana-di-skrip-bash%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>Sebetulnya ini adalah copy paste dari tulisan original milik teman saya, <b>Cecep Mahbub</b>. Tapi karena isinya menarik buat saya, jadi saya putuskan untuk menulisnya ulang disini. Kang Cecep, nuhun infonya. Saya ikut numpang kopas yah <img src='http://nanda.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Original link, <a href="http://ngadimin.com/2010/01/25/tips-membuat-file-locking-sederhana-di-skrip-bash/" target="_blank"><font color=red>Membuat File Locking Sederhana di Skrip Bash</font></a></p>
<h1>Membuat File Locking Sederhana di Skrip Bash</h1>
<p><em>Tips sederhana untuk membuat locking, agar skrip yang dijalankan via cron tidak dijalankan berkali-kali, alias hanya satu proses dalam satu saat bersamaan.</em></p>
<p>Misal Anda ingin menjalankan sebuah proses melalui cron secara rutin tiap sekian menit sekali. Anda juga harus memastikan proses tersebut tidak dijalankan lebih dari satu proses bersamaan. Misal, karena saat eksekusi skrip pertama kali belum selesai, lalu skrip keburu dijalankan lagi oleh cron. Dan itu tidak boleh.</p>
<p>Solusi sederhana untuk permasalahan Anda adalah dengan menggunakan file locking sederhana.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
#!/bin/bash</p>
<p>LOCKFILE=&#8221;/tmp/skrip.lock&#8221;</p>
<p>if [ -e "$LOCKFILE" ] ; then<br />
    echo &#8220;Ada file lock. Mungkin skrip sedang dijalankan.&#8221;<br />
    exit 1<br />
fi</p>
<p>touch $LOCKFILE</p>
<p>#<br />
# disini Anda bisa tulis proses yang ingin dijalankan, misalnya:<br />
# &#8211; rsync utk backup<br />
# &#8211; rdiff-backup<br />
# &#8211; scp<br />
# &#8211; dll</p>
<p># setelah proses selesai dijalankan, hapus file lock.<br />
rm -f $LOCKFILE<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nanda.web.id/2011/12/28/28-12-2011-membuat-file-locking-sederhana-di-skrip-bash/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>20.12.2011 &#8211; Manual Orange HRM : Pengaturan Informasi Perusahaan</title>
		<link>http://nanda.web.id/2011/12/20/20-12-2011-manual-orange-hrm-pengaturan-informasi-perusahaan/</link>
		<comments>http://nanda.web.id/2011/12/20/20-12-2011-manual-orange-hrm-pengaturan-informasi-perusahaan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 17:55:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[OrangeHRM]]></category>
		<category><![CDATA[Windows]]></category>
		<category><![CDATA[Work]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nanda.web.id/?p=1039</guid>
		<description><![CDATA[Untuk melakukan pengaturan ini, anda dapat masuk ke menu Admin, lalu Organization. Menu ini dibagi menjadi 3 bagian, yaitu informasi perusahaan secara umum, penambahan daftar cabang atau anak perusahaan, serta pembuatan struktur perusahaan secara sederhana. Informasi Perusahaan secara Umum. Anda bisa memilih menu Admin, kemudian Organization, lalu General. Secara default, setiap menu pada OrangeHRM akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fnanda.web.id%2F2011%2F12%2F20%2F20-12-2011-manual-orange-hrm-pengaturan-informasi-perusahaan%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>Untuk melakukan pengaturan ini, anda dapat masuk ke menu <b>Admin</b>, lalu <b>Organization</b>. Menu ini dibagi menjadi 3 bagian, yaitu informasi perusahaan secara umum, penambahan daftar cabang atau anak perusahaan, serta pembuatan struktur perusahaan secara sederhana.</p>
<h1>Informasi Perusahaan secara Umum.</h1>
<ol>
<li>Anda bisa memilih menu <b>Admin</b>, kemudian <b>Organization</b>, lalu <b>General</b>.
</li>
<li>Secara default, setiap menu pada OrangeHRM akan muncul dengan status read-only. Untuk melakukan pengeditan, anda bisa menekan tombol <b>Edit</b> terlebih dahulu. Pengisian setiap menu dapat anda sesuaikan dengan kebutuhan, namun perlu diperhatikan, setiap field dengan tanda asterisk (*) harus terpastikan diisi.
</li>
</ol>
<p><div class="wp-caption alignnone" style="width: 800px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/orangehrm/general.png" title="General" width=790 height=588 /><p class="wp-caption-text">General</p></div><br />
<span id="more-1039"></span></p>
<ul>
<li>Organization Name : Anda bisa menyimpan nama perusahaan anda di kolom ini. Informasi yang tertera di kolom ini adalah identitas dari perusahaan induk.
</li>
<li>Number of employees : Field ini akan berubah sesuai dengan jumlah karyawan yang anda daftarkan di OrangeHRM.
</li>
<li>Tax ID : <font color=red>Cari Info, nand!</font>
</li>
<li>Registration Number : Untuk Indonesia, anda bisa menyimpan No. NPWP perusahaan induk anda disini.
</li>
<li>Phone : Informasi no. telfon perusahaan induk anda yang bersifat publik.
</li>
<li>Fax : Informasi no. fax perusahaan induk anda yang bersifat publik.
</li>
<li>Email : Informasi email perusahaan induk anda yang bersifat publik.
</li>
<li>Address Street 1 : Informasi nama jalan dan nomor bangunan perusahaan induk anda.
</li>
<li>Address Street 2  : Informasi tambahan untuk nama jalan dan nomor bangunan perusahaan induk anda.
</li>
<li>City : Informasi nama kota perusahaan induk anda.
</li>
<li>State / Province : Informasi nama daerah provinsi perusahaan induk anda.
</li>
<li>ZIP / Postal Code : Informasi nomor kode pos tempat perusahaan induk anda.
</li>
<li>Country : Informasi nama negara tempat perusahaan induk anda.
</li>
<li>Note : Informasi tambahan lain mengenai perusahaan induk anda.
</li>
</ul>
<h1>Penambahan Daftar Cabang atau Anak Perusahaan</h1>
<ol>
<li>Anda bisa memilih menu <b>Admin</b>, kemudian <b>Organization</b>, lalu <b>Location</b>.
</li>
<li>Pada bagian ini, anda akan menemukan area pencarian cabang atau anak perusahaan dengan keyword nama lokasi, kota atau negara. Serta area untuk menambah atau menghapus cabang atau anak perusahaan anda. Untuk menambahkan, anda dapat menekan tombol <b>Add</b>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 810px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/orangehrm/location1.png" title="Location #1" width="800" height="392" /><p class="wp-caption-text">Location #1</p></div>
</li>
<li>Selanjutnya, anda bisa menyesuaikan isian pada setiap field sesuai dengan kebutuhan. Lalu tekan <b>Save</b> pada saat anda telah selesai melakukan isian.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 614px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/orangehrm/location2.png" title="Location #2" width="604" height="649" /><p class="wp-caption-text">Location #2</p></div>
</li>
<li>Apabila anda akan melakukan pengeditan pada informasi cabang atau anak perusahaan, anda tinggal meng-klik 2x pada nama yang tertera pada daftar, kemudian klik <b>Edit</b> dan <b>Save</b> saat anda sudah selesai.
</li>
<li>Apabila anda akan menghapus nama yang tertera dalam daftar, anda bisa meng-checklist pada kotak di sebelah kiri pada nama, lalu klik <b>Delete</b>.
</li>
</ol>
<h1>Pembuatan Struktur Perusahaan secara Sederhana.</h1>
<ol>
<li>Anda bisa memilih menu <b>Admin</b>, kemudian <b>Organization</b>, lalu <b>Structure</b>.
</li>
<li>Anda bisa menekan tombol <b>Edit</b>, untuk memulai konfigurasi.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 595px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/orangehrm/struktur1.png" title="Struktur #1" width="585" height="394" /><p class="wp-caption-text">Struktur #1</p></div>
</li>
<li>Mode edit pada menu ini, akan menampilkan tanda <font color=red>[+]</font>. Untuk menambahkan unit, anda bisa menekan tanda tersebut.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 602px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/orangehrm/struktur2.png" title="Struktur #2" width="592" height="393" /><p class="wp-caption-text">Struktur #2</p></div>
</li>
<li>Anda dapat mengisi setiap field di menu Add Unit sesuai kebutuhan, lalu tekan <b>Save</b> apabila sudah selesai.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 486px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/orangehrm/struktur3.png" title="Struktur #3" width="476" height="305" /><p class="wp-caption-text">Struktur #3</p></div>
</li>
<li>Apabila anda membutuhkan sub unit, anda bisa menggunakan cara yang sama pada tanda [+] di unit yang anda inginkan. Dan, apabila anda akan melakukan editing informasi pada unit / sub unit bersangkutan, anda bisa meng-klik 2x nama unit / sub unit tersebut.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 601px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/orangehrm/struktur4.png" title="Struktur #4" width="591" height="399" /><p class="wp-caption-text">Struktur #4</p></div>
</li>
<li>Apabila anda hendak menghapus unit / sub unit tertentu, anda dapat menekan tanda <font color=red>[-]</font>. Kemudian pada kotak konfirmasi, anda bisa menekan tombol <b>Ok</b>.<br />
<font color=red>Perhatikan! proses Deleting akan menghapus unit / sub unit dibawahnya secara permanen. Jadi pastikan anda sudah melakukan backup data sebelum melakukan penghapusan.</font><br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 318px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/orangehrm/struktur5.png" title="Struktur #5" width="308" height="156" /><p class="wp-caption-text">Struktur #5</p></div>
</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nanda.web.id/2011/12/20/20-12-2011-manual-orange-hrm-pengaturan-informasi-perusahaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>16.12.2011 &#8211; Instalasi dan konfigurasi Orange HRM pada CentOS 5.5</title>
		<link>http://nanda.web.id/2011/12/16/16-12-2011-instalasi-dan-konfigurasi-orange-hrm-pada-centos-5-5/</link>
		<comments>http://nanda.web.id/2011/12/16/16-12-2011-instalasi-dan-konfigurasi-orange-hrm-pada-centos-5-5/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Dec 2011 07:50:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[OrangeHRM]]></category>
		<category><![CDATA[Windows]]></category>
		<category><![CDATA[Work]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nanda.web.id/?p=1013</guid>
		<description><![CDATA[Pernah mengalami kesulitan saat perusahaan anda mulai berkembang dan penyimpanan data konvensional menjadi hal yang sangat merepotkan ? Well, dengan perkembangan teknologi saat ini, hal tersebut tentu tidaklah merupakan suatu masalah. Pengelolaan data HR dengan menggunakan software adalah solusinya. Dan diantara sekian banyak software administrasi data HR, saya merekomendasikan Orange HRM. Kenapa harus Orange HRM [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fnanda.web.id%2F2011%2F12%2F16%2F16-12-2011-instalasi-dan-konfigurasi-orange-hrm-pada-centos-5-5%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>Pernah mengalami kesulitan saat perusahaan anda mulai berkembang dan penyimpanan data konvensional menjadi hal yang sangat merepotkan ? Well, dengan perkembangan teknologi saat ini, hal tersebut tentu tidaklah merupakan suatu masalah. Pengelolaan data HR dengan menggunakan software adalah solusinya. Dan diantara sekian banyak software administrasi data HR, saya merekomendasikan Orange HRM.</p>
<p>Kenapa harus Orange HRM ? Well, alasan pertama software ini bersifat free. Sehingga masalah lisensi tidak menjadi hambatan di suatu hari nanti. Selain itu, software ini bersifat web based. Dengan konfigurasi yang tepat, anda dapat menggunakannya secara online. Tentunya, anda harus berkoordinasi dengan divisi IT di tempat anda bekerja untuk proses instalasinya.</p>
<p>Nah, rencananya, tulisan ini akan saya bagi menjadi 2 bagian besar.</p>
<ul>
<li> Instalasi dan konfigurasi Orange HRM
</li>
<li> Manual penggunaan Orange HRM itu sendiri (Silakan anda klik link dibawah untuk membuka uraian pada masing-masing tulisan)<br />
- <a href="http://nanda.web.id/2011/12/20/20-12-2011-manual-orange-hrm-pengaturan-informasi-perusahaan/" target="_blank">Pengaturan Informasi Perusahaan</a>
</li>
</ul>
<p>Dan berikut langkah-langkah instalasi serta konfigurasi Orange HRM yang dapat anda lakukan.</p>
<ol>
<li> Saya menggunakan Linux CentOS 5.5, Apache HTTP Server 2.2.3, Mysql 5.0.77, dan PHP 5.2.10. <em>Tapi, untuk persiapan software2 dasar tersebut tidak akan saya bahas disini.</em>
</li>
<li> Software Orange HRM terbaru, yang bisa anda download <a href="http://www.orangehrm.com/download.php" target="_blank"><font color=red>disini</font></a>. Pada tutorial ini, yang saya gunakan adalah Orange HRM 2.6.12 untuk Linux.
</li>
<li> Simpan hasil download di root direktori web server anda.<br />
[root@pocoyo html]# cp /home/nanda/orangehrm-2.6.12.tar.gz /var/www/html/
</li>
<li> Ekstrak file orangehrm-2.6.12.tar.gz.<br />
[root@pocoyo html]# tar -zxvf orangehrm-2.6.12.tar.gz
</li>
<li> Ubah nama folder hasil ekstrak menjadi orangehrm.<br />
[root@pocoyo html]# mv orangehrm-2.6.12 orangehrm
</li>
<li> Ubah permission folder tersebut agar writeable.<br />
[root@pocoyo html]# chmod -R 777 orangehrm
</li>
<li> Nah, sekarang akses software tersebut melalui browser. Pada tutorial ini, url yang saya gunakan berada di http://192.168.1.171/orangehrm. Anda bisa menekan tombol <b>Next</b> untuk memulai.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 810px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/orangehrm_setup1.png" title="Orange HRM Setup #1" width="800" height="300" /><p class="wp-caption-text">Orange HRM Setup #1</p></div><br />
<span id="more-1013"></span>
</li>
<li> Pada halaman License Acceptance, anda bisa menekan tombol <b>I Accept</b> sebagai penanda anda menerima persyaratan yang tercantum dalam lisensi software Orange HRM ini.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 810px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/orangehrm_setup2.png" title="Orange HRM Setup #2" width="800" height="605" /><p class="wp-caption-text">Orange HRM Setup #2</p></div>
</li>
<li>Pada section ini, anda akan melakukan konfigurasi di database. Yang anda perlu pastikan adalah, database hostname, port, username, serta password. Saya mengasumsikan, server anda mengkonfigurasi database dengan standar. Jangan lupa, centang kotak <b>Use the same database use for OrangeHRM</b>. Kemudian klik <b>Next</b>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 810px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/orangehrm_setup3.png" title="Orange HRM Setup #3" width="800" height="648" /><p class="wp-caption-text">Orange HRM Setup #3</p></div>
</li>
<li>Setelahnya, anda akan diperlihatkan seluruh status komponen dari software ini. Untuk mencegah kegagalan instalasi, anda harus memastikan seluruh status berwarna <b><font color=green>hijau</font></b>. Karena saya tidak menggunakan file .htaccess untuk web server saya, maka saya biarkan alert <b>Web server allows .htaccess files</b>, kemudian klik <b>Next</b>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 810px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/orangehrm_setup4.png" title="Orange HRM Setup #4" width="800" height="670" /><p class="wp-caption-text">Orange HRM Setup #4</p></div>
</li>
<li>Selanjutnya, silakan anda input username dan password untuk hak admin sesuai dengan keinginan anda, lalu klik <b>Next</b>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 810px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/orangehrm_setup5.png" title="Orange HRM Setup #5" width="800" height="403" /><p class="wp-caption-text">Orange HRM Setup #5</p></div>
</li>
<li>Pada halaman ini, anda bisa memastikan seluruh konfigurasi yang anda setup sudah sesuai, lalu klik <b>Next</b>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 810px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/orangehrm_setup6.png" title="Orange HRM Setup #6" width="800" height="486" /><p class="wp-caption-text">Orange HRM Setup #6</p></div>
</li>
<li>Sesuai dengan kecepatan akses di tempat anda, lamanya proses instalasi bervariasi. Setelah selesai, anda bisa menekan tombol <b>Next</b>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 810px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/orangehrm_setup7.png" title="Orange HRM Setup #7" width="800" height="482" /><p class="wp-caption-text">Orange HRM Setup #7</p></div>
</li>
<li>Halaman terakhir, adalah halaman registrasi. Anda bisa mengisi field pada kolom <b>detail</b> sesuai kebutuhan, kemudian klik <b>Register</b> atau <b>No thanks!</b>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 810px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/orangehrm_setup8.png" title="Orange HRM Setup #8" width="800" height="576" /><p class="wp-caption-text">Orange HRM Setup #8</p></div>
</li>
<li>Nah, software Orange HRM sudah berhasil diinstalasi. Selanjutnya, anda bisa membuka aplikasi ini melalui url yang sesuai dengan web server anda.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 810px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/orangehrm_setup9.png" title="Orange HRM Setup #9" width="800" height="560" /><p class="wp-caption-text">Orange HRM Setup #9</p></div>
</li>
<li>Done. Semoga bermanfaat yah.
</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nanda.web.id/2011/12/16/16-12-2011-instalasi-dan-konfigurasi-orange-hrm-pada-centos-5-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10.12.2011 &#8211; Contoh Surat Lamaran Kerja in English</title>
		<link>http://nanda.web.id/2011/12/10/10-12-2011-contoh-surat-lamaran-kerja-english/</link>
		<comments>http://nanda.web.id/2011/12/10/10-12-2011-contoh-surat-lamaran-kerja-english/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Dec 2011 09:37:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sisi Lain]]></category>
		<category><![CDATA[Just Write]]></category>
		<category><![CDATA[Work]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nanda.web.id/?p=1001</guid>
		<description><![CDATA[Dulu, waktu saya masih awal-awal mulai karir, saya sering banget kirim lamaran kerja. Yang jadi kendala waktu itu, karena belum ada pengalaman buat ngirim lamaran kerja, saya sering browsing buat cari panduan. Dan seneng banget kalo dapet contoh lamaran kerja. Well, seiring perjalanan, saya menyimpulkan, dalam surat lamaran kerja ada beberapa syarat, at least harus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fnanda.web.id%2F2011%2F12%2F10%2F10-12-2011-contoh-surat-lamaran-kerja-english%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>Dulu, waktu saya masih awal-awal mulai karir, saya sering banget kirim lamaran kerja. Yang jadi kendala waktu itu, karena belum ada pengalaman buat ngirim lamaran kerja, saya sering browsing buat cari panduan. Dan seneng banget kalo dapet contoh lamaran kerja. Well, seiring perjalanan, saya menyimpulkan, dalam surat lamaran kerja ada beberapa syarat, </p>
<ul>
<li>at least harus runtut dan ga usah terlalu panjang. Make it clear and simple,
</li>
<li>ada kejelasan informasi, tentang nama perusahaan dan posisi yang dilamar,
</li>
<li>overview singkat mengenai diri kita, berbangga sama kemampuan diri pribadi perlu meski jangan terlalu berlebihan,
</li>
<li>optimisme kalo kita bisa ngasih kontribusi positif dan maksimal buat perusahaan yang dilamar,
</li>
<li>dan harapan serta keinginan untuk dipanggil interview guna memastikan ketertarikan kita sama pekerjaan yang akan diambil.
</ul>
<p>Sebagai tambahan, untuk meningkatkan bargaining sekaligus performa kita pada perusahaan yang dilamar, saya menyarankan penggunaan bahasa Inggris. Nah, berikut saya tulis, materi surat yang biasa saya gunakan untuk melamar kerja. Semoga bermanfaat yah..</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
To<br />
Human Resources Department<br />
PT. XXX</p>
<p>Dear Sir / Madam,</p>
<p>Based on the information from http://id.jobsdb.com on December 5th, 2011, that PT. XXX give an opportunity to join as an IT Manager, I intend to submit an application to fulfill this position and hope that Sir / Madam deign to consider the submission of my application.</p>
<p>My name is Nanda N. Gustiawan K, male 30 years old, have good communication skill in English (both written and oral), and has an excellent health condition. I am also a hard worker, eager to learn in order to develop the capability, not smoking, dynamic, communicative, and able to work both individually and as part of the team. And taking into account the background contained in the curriculum vitae and the ability I have, I am confident could give the best for PT. XXX.</p>
<p>As consideration for you, herewith my Curriculum Vitae as an attachment. </p>
<p>I was very pleased if Sir / Madam is pleased to invite me for interviews, and  accept me to worked at PT. XXX.</p>
<p>Sincerely,</p>
<p>
<p>Nanda N. Gustiawan K</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nanda.web.id/2011/12/10/10-12-2011-contoh-surat-lamaran-kerja-english/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>20.11.2011 &#8211; Instalasi CentOS 5.5 dalam Virtual Machine</title>
		<link>http://nanda.web.id/2011/11/20/20-11-2011-instalasi-centos-5-5-dalam-virtual-machine/</link>
		<comments>http://nanda.web.id/2011/11/20/20-11-2011-instalasi-centos-5-5-dalam-virtual-machine/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Nov 2011 15:03:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[CentOS]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[VirtualBox]]></category>
		<category><![CDATA[Windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nanda.web.id/?p=982</guid>
		<description><![CDATA[Well, ini adalah tulisan kedua dari rangkaian tulisan saya tentang Virtual Box. Meski disini saya menjelaskan instalasi Linux CentOS versi 5.5 untuk Virtual Machine, sejatinya tutorial ini juga dapat anda gunakan untuk menginstall Linux CentOS 5.5 standalone. Nah, sekarang kita akan mulai langkah-langkah untuk menginstall CentOS 5.5 di Virtual Machine. Bagi saya, melakukan remote menggunakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fnanda.web.id%2F2011%2F11%2F20%2F20-11-2011-instalasi-centos-5-5-dalam-virtual-machine%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>Well, ini adalah tulisan kedua dari rangkaian tulisan saya tentang Virtual Box. Meski disini saya menjelaskan instalasi Linux CentOS versi 5.5 untuk Virtual Machine, sejatinya tutorial ini juga dapat anda gunakan untuk menginstall Linux CentOS 5.5 standalone. Nah, sekarang kita akan mulai langkah-langkah untuk menginstall CentOS 5.5 di Virtual Machine.</p>
<ol>
<li>Bagi saya, melakukan remote menggunakan software <b>putty</b> atau <b>mremote</b> lebih menyenangkan daripada saya harus login kedalam mesin Linux secara langsung. Dan untuk mengkonfigurasi agar mesin VM yang saya buat bisa diakses melalui software semacam itu, saya melakukan konfigurasi network pada Virtual Machine yang saya buat.
</li>
<li>Klik ikon Setting dibar atas.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 686px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/vm11.png" title="CentOS #1" width="676" height="519" /><p class="wp-caption-text">CentOS #1</p></div><br />
<span id="more-982"></span>
</li>
<li>Masuk ke section <b>Network</b>. Ubah pilihan dropdown pada <b>Attached to</b> menjadi <b>Bridged Adapter</b>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 667px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos2.png" title="CentOS #2" width="657" height="491" /><p class="wp-caption-text">CentOS #2</p></div>
</li>
<li>Klik <b>OK</b>, kemudian pilih ikon <b>Start</b> untuk memulai Virtual Machine. Karena, dalam virtual machine ini belum ada sistem operasi, maka akan muncul menu <b>First Run Wizard</b><br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 605px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos3.png" title="Centos #3" width="595" height="377" /><p class="wp-caption-text">Centos #3</p></div>. Klik <b>Next</b>.
</li>
<li>Pada pilihan <b>Select Installation Media</b>, tekan ikon <b>Folder</b> di sebelah kiri.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 604px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos4.png" title="CentOS #4" width="594" height="376" /><p class="wp-caption-text">CentOS #4</p></div>
</li>
<li>Karena saya menggunakan file iso CentOS 5.5, maka saya pilih file yang telah saya siapkan tersebut.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 694px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos5.png" title="CentOS #5" width="684" height="480" /><p class="wp-caption-text">CentOS #5</p></div>
</li>
<li>Kemudian klik <b>Next</b>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 604px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos6.png" title="CentOS #6" width="594" height="376" /><p class="wp-caption-text">CentOS #6</p></div>
</li>
<li>Setelah siap, klik <b>Start</b>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 605px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos7.png" title="CentOS #7" width="595" height="376" /><p class="wp-caption-text">CentOS #7</p></div>
</li>
<li>Nah, mulai dari section ini, anda bisa gunakan juga sebagai panduan apabila ingin menginstalasi CentOS 5.5 sebagai sistem operasi standalone.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 667px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos8.png" title="CentOS #8" width="657" height="562" /><p class="wp-caption-text">CentOS #8</p></div>
</li>
<li>Setelah menekan tombol <b>Enter</b>, menu inisialisasi berikut akan tampil.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 745px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos9.png" title="CentOS #9" width="735" height="481" /><p class="wp-caption-text">CentOS #9</p></div>
</li>
<li>Karena kita menggunakan file iso yang sudah tersimpan di dalam hard drive, kita bisa skip menu testing media berikut.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 748px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos10.png" title="CentOS #10" width="738" height="481" /><p class="wp-caption-text">CentOS #10</p></div>
</li>
<li>Yup, kita mulai masuk menu utama. Klik <b>Next</b>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 829px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos11.png" title="CentOS #11" width="819" height="681" /><p class="wp-caption-text">CentOS #11</p></div>
</li>
<li>Selama proses instalasi ini kita akan menggunakan bahasa Inggris. So then, klik <b>Next</b>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 829px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos12.png" title="CentOS #12" width="819" height="683" /><p class="wp-caption-text">CentOS #12</p></div>
</li>
<li>Menu selanjutnya adalah untuk menentukan tipe keyboard dan mouse yang akan digunakan. Klik <b>Next</b>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 830px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos13.png" title="CentOS #13" width="820" height="686" /><p class="wp-caption-text">CentOS #13</p></div>
</li>
<li>Karena kita akan melakukan fresh install, pada warning berikut, klik <b>YES</b>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 829px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos14.png" title="CentOS #14" width="819" height="681" /><p class="wp-caption-text">CentOS #14</p></div>
</li>
<li>Selanjutnya, proses instalasi akan mencari apakah sebelumnya pada drive yang kita gunakan ada CentOS lain yang terinstall.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 827px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos15.png" title="CentOS #15" width="817" height="681" /><p class="wp-caption-text">CentOS #15</p></div>
</li>
<li>Pada menu selanjutnya, saya akan mengajak anda untuk melakukan kustomisasi pada layout partisi. Ini berguna untuk mempermudah proses administrasi pada sistem operasi anda. Pilih <b>Create Custom Layout</b> kemudian klik <b>Next</b>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 829px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos16.png" title="CentOS #16" width="819" height="681" /><p class="wp-caption-text">CentOS #16</p></div>
</li>
<li>Klik <b>New</b> untuk memulai pembuatan partisi.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 829px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos17.png" title="CentOS #17" width="819" height="681" /><p class="wp-caption-text">CentOS #17</p></div>
</li>
<li>Partisi pertama yang saya buat adalah /. Dalam hierarki linux, partisi ini adalah tempat utama dari sistem operasi Linux. Partisi ini saya set sebesar 5 GB dan ditempatkan sebagai primary partition. Setelah itu, klik <b>OK</b>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 829px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos18.png" title="CentOS #18" width="819" height="685" /><p class="wp-caption-text">CentOS #18</p></div>
</li>
<li>Lakukan hal yang sama diatas untuk partisi lain, namun tidak menyertakan pilihan <b>Forced to be a primary partition</b>. Adapun skema yang saya buat adalah sebagai berikut :<br />
- / : 5 GB<br />
- /var : 3 GB<br />
- /home : 1.5 GB<br />
- swap : sisa partisi yang ada.
</li>
<li>Partisi swap berguna sebagai virtual memory untuk mesin Linux kita. Idealnya, besar swap adalah 2x memory fisik.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 829px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos19.png" title="CentOS #19" width="819" height="691" /><p class="wp-caption-text">CentOS #19</p></div>
</li>
<li>Apabila semua sudah di-setting dengan baik. Klik <b>Next</b>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 830px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos20.png" title="CentOS #20" width="820" height="688" /><p class="wp-caption-text">CentOS #20</p></div>
</li>
<li>Pada menu selanjutnya, saya menggunakan settingan default. Klik <b>Next</b>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 830px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos21.png" title="CentOS #21" width="820" height="688" /><p class="wp-caption-text">CentOS #21</p></div>
</li>
<li>Menu berikutnya adalah konfigurasi network yang akan kita gunakan. Saya menggunakan fitur DHCP sehingga semuanya saya biarkan sesuai default, kecuali pada point <hostname>. Sebagai informasi, setting hostname ini dapat kita ubah di lain waktu, dan tulisan saya yang lain, <a href="http://nanda.web.id/2011/09/15/15-09-2011-merubah-hostname-pada-linux/" target="_blank"><font color=red>merubah hostname pada linux</font></a>, menguraikan cara merubah hostname pada linux.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 829px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos22.png" title="CentOS #22" width="819" height="692" /><p class="wp-caption-text">CentOS #22</p></div>
</li>
<li>Selanjutnya, kita akan menentukan regional setting yang akan kita gunakan di sistem operasi ini. Pilih dropdown menu <b>Asia/Jakarta</b>, kemudian klik <b>Next</b>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 829px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos23.png" title="CentOS #23" width="819" height="692" /><p class="wp-caption-text">CentOS #23</p></div>
</li>
<li>Pada menu ini, kita input password untuk akses root. Akses root adalah akses tertinggi dalam Linux, oleh karena itu pastikan anda tidak lupa dengan password root yang anda pilih.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 830px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos24.png" title="CentOS #24" width="820" height="693" /><p class="wp-caption-text">CentOS #24</p></div>
</li>
<li>Linux bisa digunakan dengan menggunakan GUI ataupun hanya berupa command line. Karena pada tutorial ini saya membuatnya sebagai simulasi server, maka yang saya gunakan adalah command line. Sehingga saya hanya memilih opsi <b>Server</b>, kemudian klik <b>Next</b>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 830px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos25.png" title="CentOS #25" width="820" height="690" /><p class="wp-caption-text">CentOS #25</p></div>
</li>
<li>Selanjutnya, proses instalasi akan memastikan seluruh dependensi dari pilihan kita sudah lengkap.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 828px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos26.png" title="CentOS #26" width="818" height="692" /><p class="wp-caption-text">CentOS #26</p></div>
</li>
<li>Sip, proses intalasi sesuai konfigurasi yang telah kita buat siap untuk dilaksanakan. Klik <b>Next</b><br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 833px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos27.png" title="CentOS #27" width="823" height="689" /><p class="wp-caption-text">CentOS #27</p></div>
</li>
<li>Proses instalasi akan dimulai dengan dilakukan formatting untuk partisi yang telah kita konfigurasi sebelumnya.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 830px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos28.png" title="CentOS #28" width="820" height="695" /><p class="wp-caption-text">CentOS #28</p></div>
</li>
<li>Kemudian, dilakukan transfer install image kedalam hard drive.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 830px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos29.png" title="CentOS #29" width="820" height="693" /><p class="wp-caption-text">CentOS #29</p></div>
</li>
<li>Persiapan terakhir sebelum sistem memulai keseluruhan instalasi.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 830px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos30.png" title="CentOS #30" width="820" height="692" /><p class="wp-caption-text">CentOS #30</p></div>
</li>
<li>Proses instalasi membutuhkan waktu lama, tergantung pada spesifikasi komputer. So, let&#8217;s get relax for a while until whole process done.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 830px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos31.png" title="CentOS #31" width="820" height="691" /><p class="wp-caption-text">CentOS #31</p></div>
</li>
<li>Setelah notifikasi instalasi selesai, silakan anda lakukan <b>Reboot</b>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 831px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos32.png" title="CentOS #32" width="821" height="691" /><p class="wp-caption-text">CentOS #32</p></div>
</li>
<li>Dan proses reboot pun akan dimulai.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 748px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos33.png" title="CentOS #33" width="738" height="482" /><p class="wp-caption-text">CentOS #33</p></div>
</li>
<li>Selanjutnya, kita akan masuk ke menu start up.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 667px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos34.png" title="CentOS #34" width="657" height="565" /><p class="wp-caption-text">CentOS #34</p></div>
</li>
<li>Pada saat dilakukan start up, anda akan menjumpai menu konfigurasi terakhir. Menu ini, selanjutnya bisa kita buka kembali dengan menggunakan command <b>setup</b> di dalam command line. Karena saya menggunakan Linux ini hanya untuk keperluan simulasi, saya mematikan fitur SELinux agar tidak terlalu banyak gangguan saat saya menggunakan Linux ini. Arahkan ke <b>Firewall Configuration</b>, kemudian klik <b>Run Tool</b>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 749px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos35.png" title="CentOS #35" width="739" height="485" /><p class="wp-caption-text">CentOS #35</p></div>
</li>
<li>Pilih <b>Security Level</b> pada pilihan <b>Disabled</b>, dan begitupun pada menu <b>SELinux</b>, pilih <b>Disabled</b>, kemudian klik <b>OK</b>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 748px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos36.png" title="CentOS #36" width="738" height="484" /><p class="wp-caption-text">CentOS #36</p></div>
</li>
<li>Violaaa&#8230;. CentOS 5.5 sudah siap dipergunakan. Alhamdulillah.. <img src='http://nanda.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 749px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/centos37.png" title="CentOS #37" width="739" height="483" /><p class="wp-caption-text">CentOS #37</p></div>
</li>
<li>Done.
</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nanda.web.id/2011/11/20/20-11-2011-instalasi-centos-5-5-dalam-virtual-machine/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>20.11.2011 &#8211; Instalasi Virtual Box dan Create Virtual Machine</title>
		<link>http://nanda.web.id/2011/11/20/20-11-2011-instalasi-virtual-box-dan-create-virtual-machine/</link>
		<comments>http://nanda.web.id/2011/11/20/20-11-2011-instalasi-virtual-box-dan-create-virtual-machine/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Nov 2011 12:17:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Tools]]></category>
		<category><![CDATA[VirtualBox]]></category>
		<category><![CDATA[Windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nanda.web.id/?p=953</guid>
		<description><![CDATA[Berawal dari janji saya untuk seorang temen saya, buat ngasih tutorial langkah-langkah install Linux di Windows-nya, tulisan ini saya buat. Well, saya selalu berprinsip, ilmu itu harus dibagi, sekecil apapun yang kita bisa. Dan semoga tulisan ini bisa juga dimanfaatkan oleh temen-temen laennya yang lagi kesulitan buat ngeinstall Linux didalem Windows. Tulisan ini saya bagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fnanda.web.id%2F2011%2F11%2F20%2F20-11-2011-instalasi-virtual-box-dan-create-virtual-machine%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p>Berawal dari janji saya untuk seorang temen saya, buat ngasih tutorial langkah-langkah install Linux di Windows-nya, tulisan ini saya buat. Well, saya selalu berprinsip, ilmu itu harus dibagi, sekecil apapun yang kita bisa. Dan semoga tulisan ini bisa juga dimanfaatkan oleh temen-temen laennya yang lagi kesulitan buat ngeinstall Linux didalem Windows.</p>
<p>Tulisan ini saya bagi jadi 2, karena saya ingin banget nyertain capture screen step by step, which mean it will be loooongggg posting if i make it one.</p>
<ol>
<li><a href="http://nanda.web.id/2011/11/20/20-11-2011-instalasi-virtual-box-dan-create-virtual-machine/">Instalasi Virtual Box dan Create Virtual Machine</a>
</li>
<li><a href="http://nanda.web.id/2011/11/20/20-11-2011-instalasi-centos-5-5-dalam-virtual-machine/" target="_blank">Instalasi CentOS 5.5 dalam Virtual Machine</a></ol>
<p>Nah, sebelum kita mulai, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan.</p>
<ul>
<li>Software <a href="https://www.virtualbox.org/wiki/Downloads" target="_blank">Virtual Box</a> yang sesuai dengan sistem operasi yang kita jalankan. Dalam tutorial ini, sistem operasi yang sedang saya gunakan adalah Windows 7.
</li>
<li>Free space minimal 15 GB. Kenapa ? Karena dalam tutorial ini saya menggunakan 10 GB sebagai partisi untuk OS yang akan saya masukkan sebagai Virtual Machine.
</li>
<li>Software CentOS. Software ini dapat disediakan dalam 2 bentuk, CD atau ISO. Saya sendiri menyarankan penggunaan ISO file untuk mempercepat proses instalasi serta mencegah terjadinya <em>corrupt file</em> pada saat dilakukan instalasi. Untuk mendapatkan software ini, anda bisa mengunduh di <a href="http://kambing.ui.ac.id/iso/centos/" target="_blank">repository lokal, kambing.ui.ac.id</a>. Dalam tutorial ini, saya menggunakan ISO file CentOS versi 5.5.
</li>
</ul>
<p>Sip, sekarang kita mulai.</p>
<h1>Instalasi Virtual Box</h1>
<ol>
<li>Jalankan installer virtual box.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 520px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/installation1.png" title="Virtual Box #1" width="510" height="398" /><p class="wp-caption-text">Virtual Box #1</p></div>
</li>
<li>Pilih lokasi instalasi virtual box. Saya menggunakan lokasi default di C:\Program Files\Oracle\VirtualBox\<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 521px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/installation2.png" title="Virtual Box #2" width="511" height="399" /><p class="wp-caption-text">Virtual Box #2</p></div><br />
<span id="more-953"></span>
</li>
<li>Pilih opsi shortcut.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 519px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/installation3.png" title="Virtual Box #3" width="509" height="399" /><p class="wp-caption-text">Virtual Box #3</p></div>
</li>
<li>Karena VirtualBox memanfaatkan hardware yang ada di sistem operasi Windows saya, notification warning akan muncul. Kita bisa abaikan, dan tekan <b>Yes</b>.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 519px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/installation4.png" title="Virtual Box #4" width="509" height="398" /><p class="wp-caption-text">Virtual Box #4</p></div>
</li>
<li>Tekan <b>Install</b> untuk memulai proses instalasi.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 519px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/installation5.png" title="Virtual Box #5" width="509" height="399" /><p class="wp-caption-text">Virtual Box #5</p></div>
</li>
<li>Proses instalasi dimulai.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 520px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/installation6.png" title="Virtual Box #6" width="510" height="398" /><p class="wp-caption-text">Virtual Box #6</p></div>
</li>
<li>Virtual Box sudah berhasil terinstall di komputer. Selanjutnya, kita bisa menjalankan Virtual Box melalui shortcut atau dengan meng-klik <b>Finish</b><br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 519px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/installation7.png" title="Virtual Box #7" width="509" height="400" /><p class="wp-caption-text">Virtual Box #7</p></div>
</li>
<li>Done.
</li>
</ol>
<p><h1>Create Virtual Machine</h1>
<ol>
<li>Untuk memulai membuat Virtual Machine, kita bisa meng-klik ikon <b>New</b> di sudut kiri atas.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 558px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/vm1.png" title="Virtual Machine #1" width="548" height="394" /><p class="wp-caption-text">Virtual Machine #1</p></div>
</li>
<li>Pada tampilan Welcome, klik <b>Next</b><br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 620px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/vm2.png" title="Virtual Machine #2" width="610" height="399" /><p class="wp-caption-text">Virtual Machine #2</p></div>
</li>
<li>Pada dropdown <b>Operating System</b>, pilih Linux. Dan karena OS CentOS yang akan saya install tidak ada dalam list dropdown </b>Version</b>, maka saya pilih <b>Other Linux</b>. Virtual Machine yang akan saya install, saya beri nama Ikram, which is my son&#8217;s name <img src='http://nanda.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 504px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/vm3.png" title="Virtual Machine #3" width="494" height="376" /><p class="wp-caption-text">Virtual Machine #3</p></div>
</li>
<li>Pada menu selanjutnya, kita akan menentukan besar memori yang akan dipakai untuk Virtual Machine ini. Ingat, jangan men-set jumlah memori terlalu besar, sesuaikan dengan besar memori yang ada di windows kita. Idealnya, maksimal 25% dari memori fisik untuk mencegah penurunan performa windows saat Virtual Machine dijalankan.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 504px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/vm4.png" title="Virtual Machine #4" width="494" height="374" /><p class="wp-caption-text">Virtual Machine #4</p></div>
</li>
<li>Pada pilihan ini saya memilih settingan default.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 504px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/vm5.png" title="Virtual Machine #5" width="494" height="376" /><p class="wp-caption-text">Virtual Machine #5</p></div>
</li>
<li>Hal sama saya lakukan pada pilihan Virtual Disk Creation Wizard. Saya biarkan dengan settingan default.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 661px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/vm6.png" title="Virtual Machine #6" width="651" height="430" /><p class="wp-caption-text">Virtual Machine #6</p></div>
</li>
<li>Sesuai settingan default, saya menggunakan pilihan <b>Dynamically allocated</b><br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 661px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/vm7.png" title="Virtual Machine #7" width="651" height="431" /><p class="wp-caption-text">Virtual Machine #7</p></div>
</li>
<li>Pada pilihan besar file storage, saya gunakan 10 GB. <b>Perhatikan</b>, untuk tidak men-set besar file lebih besar dari kapasitas drive yang anda gunakan untuk mencegah penurunan performa. Saya menyarankan, maksimal 10% dari keseluruhan disk space yang tersisa.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 661px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/vm8.png" title="Virtual Machine #8" width="651" height="432" /><p class="wp-caption-text">Virtual Machine #8</p></div>
</li>
<li>Okay, setelah kita pastikan pada menu <b>Summary</b> ini sudah sesuai dengan konfigurasi kita, klik <b>Create</b> untuk memulai proses pembuatan Virtual Machine.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 661px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/vm9.png" title="Virtual Machine #9" width="651" height="432" /><p class="wp-caption-text">Virtual Machine #9</p></div>
</li>
<li>Pada notifikasi ulang Summary, silakan pilih <b>Create</b> untuk membuat Virtual Machine.<br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 504px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/vm10.png" title="Virtual Machine #10" width="494" height="374" /><p class="wp-caption-text">Virtual Machine #10</p></div>
</li>
<li>Voilaaa&#8230; Virtual Machine dengan nama Ikram sudah siap untuk dipergunakan. Mudah bukan ?! <img src='http://nanda.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 686px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/vm11.png" title="Virtual Machine #11" width="676" height="519" /><p class="wp-caption-text">Virtual Machine #11</p></div>
</li>
<li>Done.
</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nanda.web.id/2011/11/20/20-11-2011-instalasi-virtual-box-dan-create-virtual-machine/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>20.11.2011 &#8211; Bila Perpisahan Tidak Bisa Terjadi Baik-baik</title>
		<link>http://nanda.web.id/2011/11/20/20-11-2011-bila-perpisahan-tidak-bisa-terjadi-baik-baik/</link>
		<comments>http://nanda.web.id/2011/11/20/20-11-2011-bila-perpisahan-tidak-bisa-terjadi-baik-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Nov 2011 09:24:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Sisi Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nanda.web.id/?p=931</guid>
		<description><![CDATA[Hi there&#8230; Sudah lama sekali saya tidak memiliki perasaan berlebih pada blog orang lain, setelah blog Budi Rahardjo. Bulan kemarin ada blog yang saya sukai. Cara penulisannya mengingatkan saya pada tulisan-tulisan Dewi &#8220;Dee&#8221; Lestari. Blog itu, ciscadv.blogdetik.com, namanya. Dan dari sekian banyak tulisan uniknya, ada satu tulisan yang membuat saya selalu tersenyum setiap membacanya. Dan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fnanda.web.id%2F2011%2F11%2F20%2F20-11-2011-bila-perpisahan-tidak-bisa-terjadi-baik-baik%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe><p><div class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img alt="" src="http://nanda.web.id/pict/whenwillyouletgo.jpg" title="When Will You Let Go ..." width="300" height="250" /><p class="wp-caption-text">When Will You Let Go ...</p></div>Hi there&#8230;<br />
Sudah lama sekali saya tidak memiliki perasaan berlebih pada blog orang lain, setelah blog Budi Rahardjo. Bulan kemarin ada blog yang saya sukai. Cara penulisannya mengingatkan saya pada tulisan-tulisan Dewi &#8220;Dee&#8221; Lestari. Blog itu, <a href="http://ciscadv.blogdetik.com" target="_blank">ciscadv.blogdetik.com</a>, namanya. Dan dari sekian banyak tulisan uniknya, ada satu tulisan yang membuat saya selalu tersenyum setiap membacanya.</p>
<p>Dan, saya ingin sekali menulis kembali tulisan Cisca di web saya. Thanks ya mbak, many things in your blog touch me in every side <img src='http://nanda.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Please kindly move your mouse cursor to <a href="http://ciscadv.blogdetik.com/2011/09/23/dating-101-bila-perpisahan-tidak-bisa-terjadi-baik-baik/" target="_blank"><font color=red>Bila perpisahan tidak bisa terjadi baik-baik</font></a>, and click it to get the original link from Cisca.</p>
<p><b>Topik ini sensitif, tapi ya topik apa sih di blog ini yang nggak?! Perpisahan harusnya menjadi proses pembelajaran diri yang menyenangkan. Namun apa yang harus dilakukan apabila proses perpisahan tidak dapat terjadi secara baik-baik? #jleb #eaaa</b></p>
<p>Berikut adalah jenis-jenis cara berpisah yang paling payah dan paling ajaib yang saya himpun berdasarkan kisah nyata (pakai nama samaran tentunya yaaa…., saya kan masih kepingin selamet setelah tulisan ini terbit, hehehehe…..)</p>
<ol>
<li><b>Gaya Perpisahan : menyiksa diri atau merusak kredibilitas diri sendiri</b>
<p>Ketika Andrea berpisah dengan Ronny, Andrea mengecat rambut menjadi pirang, makan tidak diatur dan jadi tambah gemuk, jerawatan, hobi party tiap hari dan mulai mengkonsumsi obat terlarang (ya minum obat batuk 2 botol supaya bisa cepet tidur kan bisa termasuk terlarang juga kan?-red). Semua demi mendapatkan Ronny kembali dan agar Ronny dapat pesan bahwa : aku tidak bisa hidup tanpamu. #eaaa</p>
<p><b>Kata Cisca</b> : Andrea silly. Mustinya yang dia lakukan adalah merawat diri supaya tambah cantik, kulit mulus, rajin olahraga supaya tambah langsing dan bersosialisasi di tempat yang prominent. Kalau perlu, cari tahu siapa musuh bebuyutan atau saingan bisnis Ronny, nah pacarin deh, supaya Ronny sadar apa yang telah dia lewatkan, hehe…. (joking, eh tapi terserah sih kalau mau diseriusin-red).</p>
</li>
<li><b>Gaya Perpisahan : cuek dan seakan tidak peduli lagi</b>
<p>Kartika dan Andra telah menikah selama beberapa bulan. Selama pernikahan, Kartika tidak pernah dinafkahi oleh Andra dan bahkan kartika menerima beberapa kekerasan fisik dan batin yang dilakukan sang suami. Ketika Kartika memutuskan untuk berpisah dari Andra, Andra tidak berusaha untuk menahan Kartika, tidak sepatah katapun keluar dari Andra untuk meminta maaf ke Kartika ataupun orangtuanya.</p>
<p><b>Kata Cisca</b> : Keputusan Kartika untuk meninggalkan Andra sudah tepat. Andra bukannya tidak mencintainya, namun terkadang ego laki-laki mengalahkan kebisaannya untuk meminta maaf dan berkomitmen untuk tidak mengulangi perbuatan buruk itu lagi. Saya yakin aksi diam Andra adalah karena dia sadar sepenuhnya bahwa dia salah dan malu oleh karena perbuatannya itu. Mau dilihat dengan alasan apapun, bentuk pemukulan (perlakuan kekerasan fisik) terhadap istri itu sudah pasti salah. Yang harus mereka lakukan adalah berpisah dan mencari pasangan baru dengan level intelektualitas dan ekonomi yang sepadan.</p>
</li>
<li><b>Gaya Perpisahan : ancaman pencemaran nama baik</b>
<p>Ketika Citra dan Bagas berpisah, Bagas yang dendam setengah mati mengancam “Nanti saya sebar foto kita berdua!” Bagas melakukan ini supaya mungkin Citra meminta maaf atau supaya Citra kembali mau berkomunikasi dengannya. Namun yang dia lakukan hanya akan membuat Citra merasa jijay to-the-max kepadanya.</p>
<p><b>Kata Cisca</b> : Keputusan Citra untuk jijay terhadap perlakuan Bagas adalah tepat. Seseorang yang mengancam dengan tujuan pencemaran nama baik biasanya : tidak dapat dipercaya (tidak bisa memegang teguh privacy dari suatu hubungan, biasanya juga tidak bisa menyimpan rahasia alias ember-red) dan juga menunjukkan kelemahan intelektualitas pelakunya (bukannya dengan menyebar hal-hal yang bersifat pribadi, hal tersebut justru akan mempermalukan dirinya sendiri?).</p>
<p>Dan dalam beberapa kasus, ancaman seperti ini dilakukan karena terdesak oleh faktor ekonomi (alias ‘butuh duit’ makanya ngancem-red). Untunglah selama berteman dengan Bagas, foto-foto yang dimiliki mereka cuma foto rame-rame makan di restoran, jadi kalaupun itu disebar yang ada malah jadi tambah eksis, iya nggak sih?! Dan pastinya akan membuat si Bagas terlihat tolol sendirian.</p>
<p>Saya pernah ketemu kasus yang sifatnya sama, namun foto yang diancam disebarkan adalah foto telanjang (kebetulan si pacar adalah fotografer), nah tindakan ini bisa diperkarakan sesuai hukum. Kembali lagi ke si pelaku (siapatahu kamu pernah berniat melakukan ini ke mantan pacarmu yaaaa….-red), siapkah untuk juga merusak nama sendiri dengan menjadi pelaku? Status penyebar adalah tersangka lho, jadi bukannya hanya akan merugikan diri sendiri?</p>
</li>
<li><b>Gaya Perpisahan : ancaman bunuh diri atau menyakiti diri</b>
<p>Mario tidak bisa terima ketika Dini memutuskan hubungan cinta mereka. Mario mengancam akan melarikan mobilnya di jalan tol Cipularang untuk akhirnya menghilangkan nyawanya, sebelumnya tapi sempat bbm Dini dulu (supaya Dini aware akan aksi yang akan dilakukan Mario ini), dengan tujuan supaya Dini mau kembali ke pelukan Mario (yah,…kepingin dilarang-larang bak sinetron gitulah-red). Ini bukan yang pertama kalinya, sebelumnya Mario mengancam akan mengiris urat nadinya kalau Dini masih keukeuh mau memutuskan hubungan cinta mereka dan sebelumnya masih ada beberapa ancaman ‘action’ lainnya.</p>
<p><b>Kata Cisca</b> : Tindakan Mario sebetulnya lebih kepada ingin mendapatkan perhatian, biasanya karena si pelaku kekurangan perhatian dari keluarga atau orang yang dia sayangi. Saya pernah membaca (tapi lupa dimana ya-red) bahwa hanya 4% dari pelaku yang mengancam mau bunuh diri terhadap pacarnya – benar-benar melakukannya, kebanyakan dari mereka sih melanjutkan hidupnya dan masih hidup aja sampe sekarang. Kan masih banyak ikan di lautan?!</p>
<p>Kalau saya jadi Dini, saya tidak akan merasa perlu bertanggung jawab atas ancaman Mario, saya akan merekam (atau menyimpan semua bukti ancaman tersebut) dan membicarakannya dengan orangtua Mario (atau orang yang dia segani, dengan tujuan agar dia belajar….well actually sih dengan tujuan agar dia malu, hehehe…) dan apabila ancaman terulang kembali, saya tidak akan segan memanggil polisi. Kalau mau dianggap serius, biar polisi yang menangani. Oh dan saya juga akan menyarankan supaya si Mario ini liburan dulu (lebih bagus lagi sih konsultasi ke psikolog-red) atau yang paling gampangnya adalah : dibawa tidur saja, siapatahu besok pagi suasana hati sudah berubah (halaaah…..).</p>
<p>Bukankah ‘dicintai karena dikasihani’ adalah suatu hal yang sangat menyedihkan? Bukankah lebih baik kalau Mario menemukan orang lain yang bisa mencintai dia apa adanya dan bahwa Dini juga berhak bersama yang lebih baik daripada Mario? Kenapa kadang orang harus memaksakan egonya agar bisa menjadi pribadi yang dicintai karena kasihan? Sedih amat…. Yah jadi ikutan galau deh yang baca tulisan ini…. #eaaaa</p>
</li>
<li><b>Gaya Perpisahan : berkicau di media sosial (twitter, facebook, you name it…..)</b>
<p>Ketika Rima memutuskan untuk tidak lagi menjumpai Bimo (catat! Belum pacaran baru berteman dekat saja lho ini-red), Bimo yang tidak terima lantas menuangkan amarahnya di jejaring sosial (karena dia cuma tahu dua, yaitu twitter dan facebook, maka lantas penuhlah timeline dan update status dengan ‘kemarahan’ Bimo tadi). Bimo update status yang menyindir-nyindir Rima dan kemudian meminta bala-bantuan untuk menyebarkan pesan tadi.</p>
<p>Kesedihan, kekecewaan dan ke-sok-bijak-an tampak jelas dalam setiap update status Bimo (secara si Bimo ini selebritwit ya, jadi yang me-ritwit status dia banyak, entah karena merasa bestfriend atau merasa senasib-sepenanggungan, orkes sakit hati, hehe…). Seakan dia adalah korban yang mengalami kezaliman yang paling dahsyat dari seseorang yang bernama Rima.</p>
<p><b>Kata Cisca</b> : If you had a problem, face it, do not facebook it! Perlakuan Bimo mencurahkan amarah terhadap Rima di jejaring sosial membuat jelas karakternya sebagai (duh) pengecut yang tidak berani menghadapi masalah dan juga pendendam. Saya rasanya pingin bilang sama Bimo, hey…sudahlah! Get over it! Semakin lama Bimo hanya akan mempermalukan dirinya sendiri. Nah untuk si Rima, yang paling bagus adalah untuk mendiamkan si Bimo. Mendiamkan dalam arti, jangan pedulikan apapun yang ditulis Bimo di jejaring sosial itu, mau segila apapun. Kalau di dalam twitter istilahnya ‘di-mute forever’ haha…..</p>
<p>Semakin kita cuek terhadap hal-hal bodoh yang dilakukan seseorang seperti Bimo ini di jejaring sosial, semakin meradang mereka. Orang-orang seperti ini sulit sekali bahagia kalau melihat orang lain bahagia. Oleh karena itu, menjadi bahagia adalah pembalasan termanis dan paling elegan yang bisa dilakukan.
</li>
</ol>
<p>Saya tidak kepingin sok jadi penasihat cinta mereka yang mau putus apalagi yang putusnya agak-agak mengenaskan gitu. Maksud saya nulis posting ini adalah agar kita semua bisa bercermin (apalagi kalau salah satu kisah diatas pernah kejadian sama kamu atau temanmu, atau justru kamu sendiri pelakunya! ehm! Look how silly you are now huh?!-red), jadi kita bisa belajar kalau perpisahan itu mustinya baik-baik, apalagi kalau ketemunya dulu baik-baik.</p>
<p>Sayapun ketika membaca ulang tulisan ini, jadi ketawa getir sendiri. Salah satu dari kejadian diatas pernah saya alami. Satu yang menolong saya melewatinya adalah : sikap cuek. Masih banyak ikan di laut, jangan sedih! Hehehe…… <img src='http://nanda.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><font color=red>Sometimes you have to close one door to allow another one to open elsewhere. Good luck in love and life! Cheers!</font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nanda.web.id/2011/11/20/20-11-2011-bila-perpisahan-tidak-bisa-terjadi-baik-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

