Quwwatul Azzam

  • “… The only way to do great work is to love what you do. If you haven’t found it yet, keep looking. Don’t settle. As with all matters of the heart, you’ll know when you find it…” – Steven Paul Jobs, Chairman and CEO of Apple Inc.
  • “…Aktif di kelas, tugas & ujian tidak pernah telat, tidak banyak excuses, on time, dan punya manner ketika diluar kelas…” – Dina Dellyana, Tutor SBM ITB dan Personel Homogenic
  • ” Tahukah kamu ? Wanita tercipta tidak dari tulang kepala, agar ia tidak lebih tinggi dari lelaki. Tidak pula dari tulang bahu, karena bukan untuk menanggung beban. Dan tidak pula dari tulang kaki, karena ia tidak diciptakan untuk lebih rendah dari lelaki. Tapi, wanita terlahir dari tulang rusuk lelaki. Dekat dgn lengan untuk dilindungi. Dekat dgn hati untuk dicintai. Lalu, saling melengkapi… ^-^ ” – Anonim
  • ” Memasak adalah suatu yang anda cintai ketika anda berada di dapur, dan itu bukan hanya sekedar pekerjaan. Itu adalah sebuah gairah dan pekerjaan yang sulit. Saya suka memasak karena saya menilai masak sebagai seni. Ketika saya membuat hidangan baru, itu seperti telah selesai sebuah proyek seni. Berjuang untuk kesempurnaan membuat masakan yang lezat dengan bahan berbagai warna dan terlihat cantik di piring. Setiap malam saya memasak di dapur, terutama malam yang super sibuk, saya merasa bahwa prestasi saya tercapai karena saya membuat pelanggan kenyang, senang dan memberikan mereka pengalaman bersantap yang hebat. Saya juga suka suasana dapur yang sibuk, suara panci panas saat bahan masakan dimasukkan, suara peralatan masak, orang-orang berkomunikasi satu sama lain tentang apa yang mereka lakukan, semua itu seperti musik di telinga saya ” – Junior Rorimpandey a.k.a Master Chef Juna, Chef Executive Jack Rabbit, Jakarta, Spesialis makanan Jepang dan Prancis.
  • Jangan bersedih… karena rasa sedih akan selalu mengganggumu dengan kenangan masa lalu. Kesedihan akan membuatmu khawatir dengan segala kemungkinan di masa mendatang. Serta akan menyia-nyiakan kesempatanmu hari ini. Jangan bersedih… karena rasa sedih sama dengan menentang qadha dan menyesali sesuatu yang pasti. Kesedihan membuat kita jauh dari sikap lembut, juga benci terhadap nikmat. ” – Dr.’Aidh al-Qarni
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply