Posts Tagged ‘Linux’

28.12.2011 – Membuat File Locking Sederhana di Skrip Bash

Wednesday, December 28th, 2011

Sebetulnya ini adalah copy paste dari tulisan original milik teman saya, Cecep Mahbub. Tapi karena isinya menarik buat saya, jadi saya putuskan untuk menulisnya ulang disini. Kang Cecep, nuhun infonya. Saya ikut numpang kopas yah :)

Original link, Membuat File Locking Sederhana di Skrip Bash

Membuat File Locking Sederhana di Skrip Bash

Tips sederhana untuk membuat locking, agar skrip yang dijalankan via cron tidak dijalankan berkali-kali, alias hanya satu proses dalam satu saat bersamaan.

Misal Anda ingin menjalankan sebuah proses melalui cron secara rutin tiap sekian menit sekali. Anda juga harus memastikan proses tersebut tidak dijalankan lebih dari satu proses bersamaan. Misal, karena saat eksekusi skrip pertama kali belum selesai, lalu skrip keburu dijalankan lagi oleh cron. Dan itu tidak boleh.

Solusi sederhana untuk permasalahan Anda adalah dengan menggunakan file locking sederhana.

————————————————-
#!/bin/bash

LOCKFILE=”/tmp/skrip.lock”

if [ -e "$LOCKFILE" ] ; then
echo “Ada file lock. Mungkin skrip sedang dijalankan.”
exit 1
fi

touch $LOCKFILE

#
# disini Anda bisa tulis proses yang ingin dijalankan, misalnya:
# – rsync utk backup
# – rdiff-backup
# – scp
# – dll

# setelah proses selesai dijalankan, hapus file lock.
rm -f $LOCKFILE
————————————————-

20.11.2011 – Instalasi CentOS 5.5 dalam Virtual Machine

Sunday, November 20th, 2011

Well, ini adalah tulisan kedua dari rangkaian tulisan saya tentang Virtual Box. Meski disini saya menjelaskan instalasi Linux CentOS versi 5.5 untuk Virtual Machine, sejatinya tutorial ini juga dapat anda gunakan untuk menginstall Linux CentOS 5.5 standalone. Nah, sekarang kita akan mulai langkah-langkah untuk menginstall CentOS 5.5 di Virtual Machine.

  1. Bagi saya, melakukan remote menggunakan software putty atau mremote lebih menyenangkan daripada saya harus login kedalam mesin Linux secara langsung. Dan untuk mengkonfigurasi agar mesin VM yang saya buat bisa diakses melalui software semacam itu, saya melakukan konfigurasi network pada Virtual Machine yang saya buat.
  2. Klik ikon Setting dibar atas.

    CentOS #1


    Continue reading “20.11.2011 – Instalasi CentOS 5.5 dalam Virtual Machine” »

20.11.2011 – Instalasi Virtual Box dan Create Virtual Machine

Sunday, November 20th, 2011

Berawal dari janji saya untuk seorang temen saya, buat ngasih tutorial langkah-langkah install Linux di Windows-nya, tulisan ini saya buat. Well, saya selalu berprinsip, ilmu itu harus dibagi, sekecil apapun yang kita bisa. Dan semoga tulisan ini bisa juga dimanfaatkan oleh temen-temen laennya yang lagi kesulitan buat ngeinstall Linux didalem Windows.

Tulisan ini saya bagi jadi 2, karena saya ingin banget nyertain capture screen step by step, which mean it will be loooongggg posting if i make it one.

  1. Instalasi Virtual Box dan Create Virtual Machine
  2. Instalasi CentOS 5.5 dalam Virtual Machine

Nah, sebelum kita mulai, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan.

  • Software Virtual Box yang sesuai dengan sistem operasi yang kita jalankan. Dalam tutorial ini, sistem operasi yang sedang saya gunakan adalah Windows 7.
  • Free space minimal 15 GB. Kenapa ? Karena dalam tutorial ini saya menggunakan 10 GB sebagai partisi untuk OS yang akan saya masukkan sebagai Virtual Machine.
  • Software CentOS. Software ini dapat disediakan dalam 2 bentuk, CD atau ISO. Saya sendiri menyarankan penggunaan ISO file untuk mempercepat proses instalasi serta mencegah terjadinya corrupt file pada saat dilakukan instalasi. Untuk mendapatkan software ini, anda bisa mengunduh di repository lokal, kambing.ui.ac.id. Dalam tutorial ini, saya menggunakan ISO file CentOS versi 5.5.

Sip, sekarang kita mulai.

Instalasi Virtual Box

  1. Jalankan installer virtual box.

    Virtual Box #1

  2. Pilih lokasi instalasi virtual box. Saya menggunakan lokasi default di C:\Program Files\Oracle\VirtualBox\

    Virtual Box #2


    Continue reading “20.11.2011 – Instalasi Virtual Box dan Create Virtual Machine” »

20.09.2011 – Login SSH Otomatis Tanpa Prompt Password

Tuesday, September 20th, 2011

Alhamdulillah, saya sejak 2 hari ini belajar tentang cara login ssh secara otomatis. Apabila dikembangkan, teknik ini juga berguna saat kita akan melakukan sinkronisasi pada server tanpa menginput password secara berulangkali. Sebagai ilustrasi, berikut skema yang saya gunakan. Saya memiliki 3 server, pocoyo, barney, dan teletubbies, dimana ip address untuk mereka, secara berturut-turut, 10.7.3.121, 10.7.3.118, dan 10.7.3. Saya melakukan login kedalam pocoyo. Kemudian, pocoyo akan mengambil data dari 2 server yang lain, yaitu barney dan teletubbies. Dengan cara manual, dari dalam pocoyo, saya harus melakukan ssh baik ke barney maupun ke teletubbies, untuk kemudian melakukan operasi data. Nah, dengan cara yang baru, saya hanya perlu mengetikkan ip address barney dan teletubbies, lalu secara otomatis saya akan login kedalam mereka.
Oke, kita mulai yah..

  1. Saya login dengan menggunakan user nanda di server pocoyo, lalu create ssh-keygen. Pada permintaan untuk mengisi field. Tekan pilihan Enter pada setiap pilihan tersebut tanpa mengetikkan apa-apa.
    [nanda@pocoyo ~]$ ssh-keygen
    Generating public/private rsa key pair.
    Enter file in which to save the key (/home/nanda/.ssh/id_rsa): Tekan ENTER
    Enter passphrase (empty for no passphrase): Tekan ENTER
    Enter same passphrase again:Tekan ENTER
    Your identification has been saved in /home/nanda/.ssh/id_rsa.
    Your public key has been saved in /home/nanda/.ssh/id_rsa.pub.
    The key fingerprint is:
    e3:45:ec:29:b4:c8:8a:c8:05:54:fe:c8:cc:26:ef:14 nanda@pocoyo
  2. Action ini akan meng-create 2 file pada ~/.ssh. yaitu id_rsa dan id_rsa.pub.
    [nanda@pocoyo ~]$ cd ~/.ssh/
    [nanda@pocoyo .ssh]$ ls -l
    total 8
    -rw——- 1 nanda nanda 1671 Sep 20 20:04 id_rsa
    -rw-r–r– 1 nanda nanda 394 Sep 20 20:04 id_rsa.pub
  3. Kopi file id_rsa.pub ke server barney. Untuk pertamakali, anda akan diminta memasukkan password user login. Ketik yes lalu masukkan password.
    [nanda@pocoyo .ssh]$ ssh-copy-id -i ~/.ssh/id_rsa.pub 10.7.3.118
    [nanda@pocoyo ~]$ ssh-copy-id -i ~/.ssh/id_rsa.pub 10.7.3.118
    27
    The authenticity of host ’10.7.3.118 (10.7.3.118)’ can’t be established.
    RSA key fingerprint is 9e:e8:94:bc:5a:1b:26:11:7d:d8:2c:9c:f6:01:ab:e3.
    Are you sure you want to continue connecting (yes/no)? yes
    Warning: Permanently added ’10.7.3.118′ (RSA) to the list of known hosts.
    nanda@10.7.3.118′s password: masukkan password anda
    Now try logging into the machine, with “ssh ’10.7.3.118′”, and check in:
    .ssh/authorized_keys
    to make sure we haven’t added extra keys that you weren’t expecting.
  4. Sekarang, lakukan login ke server barney.
    [nanda@pocoyo ~]$ ssh 10.7.3.118
    Last login: Mon Sep 19 14:59:58 2011 from 10.7.3.121
    [nanda@barney ~]$
  5. Voila!! Akses ke server lain sudah bisa dilakukan tanpa permintaan password. Oke, lakukan hal yang sama untuk server selanjutnya.

Nah, sekarang kita akan coba membuat script sederhana untuk memudahkan administrasi login. Oke, kita mulai.

  1. Masih di server pocoyo. Buat file ssh_access.sh di /home/nama user anda. Kemudian save.
    [nanda@pocoyo ~]$ vim ssh_access.sh
    #!/bin/bash
    while :
    do
    clear
    echo “Welcome. Silakan pilih komputer yang hendak anda remote”
    echo “=============================”
    echo “[ a ] 10.7.3.118 a.k.a barney”
    echo “[ b ] 10.7.3.108 a.k.a teletubbies”
    echo “=============================”
    read host
    case $host in
    a) echo “Menghubungkan ke Barney …” ; ssh nanda@10.7.3.118 ;;
    b) echo “Menghubungkan ke Teletubbies ..” ; ssh nanda@10.7.3.108 ;;
    x) exit ;;
    esac
    done
  2. Ubah mode file ssh_access.sh agar bisa dieksekusi.
    [nanda@pocoyo ~]$ chmod 777 ssh_access.sh
  3. Jalankan file ssh_access.sh.
    Welcome. Silakan pilih komputer yang hendak anda remote
    ============================
    [ a ] 10.7.3.118 a.k.a barney
    [ b ] 10.7.3.108 a.k.a teletubbies
    ============================
    tekan pilihan b, lalu Enter
    Menghubungkan ke Teletubbies ..
    Last login: Tue Sep 20 20:12:04 2011 from 10.7.3.121
    [nanda@teletubbies ~]$
  4. Well Done. Selanjutnya anda tinggal menambahkan baris dibawahnya untuk setiap server yang akan anda remote. Oke, selamat mencoba yah….

15.09.2011 – Merubah hostname pada Linux

Thursday, September 15th, 2011

Tuliskan ilmu meski hanya sedikittttt… hehehe, sebetulnya ini hanya selingan, kebetulan saat saya melakukan konfigurasi di virtual box laptop saya, saya menginstall 2 OS CentOS yang identik sama. Nah, buat menghindari saya salah konfigurasi, jadi saya bedakan hostname keduanya. Oke, begini langkah yang saya lakuin..

  • Ini tampilan login vmbox saya.
    hostname#1

    hostname#1

  • Login sebagai root. Edit file /etc/sysconfig/network. Kemudian save.
    NETWORKING=yes
    NETWORKING_IPV6=no
    HOSTNAME=localhost.localdomain
  • Edit nama localhost.localdomain sesuai keinginan anda. Dan karena saya sedang kangen anak saya, saya menggantinya menjadi pocoyo :) .
    NETWORKING=yes
    NETWORKING_IPV6=no
    HOSTNAME=pocoyo
  • Setelah itu, lakukan restart.
    [root@localhost ~]# reboot
  • Voila!!!! Virtual machine sudah berubah nama.
    hostname#2

    hostname#2

  • Selamat mencoba yah…

14.09.2011 – Instalasi Plugins untuk Cacti ver. 0.8.7g

Wednesday, September 14th, 2011

Sebetulnya ini adalah kelanjutan dari tulisan saya, Konfigurasi Cacti Standar pada CentOS 5.5. Tapi karena ada masalah bug pada wordpress yang saya gunakan, saya tidak bisa menyatukan tulisan ini. So, pembahasan instalasi plugin saya lanjutkan disini.

Cacti dilengkapi dengan plugins. Perlu diperhatikan, instalasi plugins harus disesuaikan dengan versi cacti yang digunakan agar tidak terjadi error. Plugins mensyaratkan tools Plugin Architecture (PIA) terinstall. Dan pada tutorial ini, saya akan lakukan instalasi PIA dan 2 plugins, yaitu monitor dan thold. Sedikit perbedaan pada plugins thold, kita perlu menambahkan plugins settings. Sip, kita mulai.

  • Plugins Architecture (PIA)
  1. Download PIA. kemudian ekstrak.
    [root@localhost mycacti]# wget http://mirror.cactiusers.org/downloads/plugins/cacti-plugin-0.8.7g-PA-v2.8.tar.gz
    [root@localhost mycacti]# tar zxvf cacti-plugin-0.8.7g-PA-v2.8.tar.gz
  2. Lakukan patch.
    [root@localhost mycacti]# patch -p1 -N < cacti-plugin-arch/cacti-plugin-0.8.7g-PA-v2.8.diff
  3. Pada proses patch ini, saya menemukan error sebagai berikut
    1 out of 6 hunks FAILED — saving rejects to file data_sources.php.rej
    dan
    1 out of 4 hunks FAILED — saving rejects to file poller.php.rej
    Continue reading “14.09.2011 – Instalasi Plugins untuk Cacti ver. 0.8.7g” »

14.09.2011 – Konfigurasi Cacti Standar pada CentOS 5.5

Wednesday, September 14th, 2011

Ilmu itu indah. Setelah kemarin saya berhasil menginstall cacti, hari ini saya melakukan beberapa konfigurasi di cacti. Sebagai informasi, cacti yang saya gunakan adalah update terakhir, cacti versi 0.8.7g. Perlu diketahui, informasi mengenai versi cacti ini sangat dibutuhkan karena untuk melakukan patch maupun instalasi plugin, kita harus menyesuaikan dengan versi cacti yang tepat agar tidak terjadi error yang justru akan memusingkan sendiri. Oke, sekarang kita mulai.

Persiapan database awal

  • Buat database yang akan digunakan untuk menangani cacti. Sebagai informasi, username mysql yang saya gunakan adalah root dan passwordnya, pass
    [root@localhost /]# mysql -uroot -ppass -e “create database mycacti”
  • Beri akses all untuk user mysql pada database mycacti. Sebagai info, username mysql yang saya gunakan adalah cactiuser dan passwordnya, samplepass
    [root@localhost /]# mysql -uroot -ppass -e “grant all on mycacti.* to cactiuser@localhost identified by ‘samplepass’”
    [root@localhost /]# mysql -uroot -ppass -e “flush privileges”
  • Ok. Database sudah siap.

Setup Cacti

  • Login ke folder cacti pada direktori root webserver.
    [root@localhost /]# cd /var/www/html/mycacti
  • Buat folder untuk menampung file-file patch cacti.
    [root@localhost mycacti]# mkdir source_patch
    [root@localhost mycacti]# cd source_patch/
  • Didalam folder source_patch, download seluruh patch untuk cacti 0.8.7g.
    [root@localhost source_patch]# wget http://www.cacti.net/downloads/patches/0.8.7g/data_source_deactivate.patch
    [root@localhost source_patch]# wget http://www.cacti.net/downloads/patches/0.8.7g/graph_list_view.patch
    [root@localhost source_patch]# wget http://www.cacti.net/downloads/patches/0.8.7g/html_output.patch
    [root@localhost source_patch]# wget http://www.cacti.net/downloads/patches/0.8.7g/ldap_group_authenication.patch
    [root@localhost source_patch]# wget http://www.cacti.net/downloads/patches/0.8.7g/script_server_command_line_parse.patch
    [root@localhost source_patch]# wget http://www.cacti.net/downloads/patches/0.8.7g/ping.patch
    [root@localhost source_patch]# wget http://www.cacti.net/downloads/patches/0.8.7g/poller_interval.patch
    Continue reading “14.09.2011 – Konfigurasi Cacti Standar pada CentOS 5.5” »

12.09.2011 – Instalasi Cacti di CentOS 5.5

Monday, September 12th, 2011

Alhamdulillah yah.. hari ini saya belajar untuk membuat cacti. Cacti sendiri adalah software yang digunain buat monitoring performa sebuah server, ditampilkan dalam bentuk grafik jadi lebih mudah untuk dianalisa. Dengan cacti, pengambilan keputusan untuk antisipasi kegagalan fungsi atau penurunan performa, bisa dengan segera diambil.

Kali ini, saya menggunakan Linux CentOS release 5.5 (Final). Dan berikut langkah-langkah yang saya lakukan.

  • Karena yang saya gunakan adalah metode install menggunakan yum, maka saya mengupdate file repository agar mengarah ke tempat download installer berada.
    [nanda@localhost ~]$ vim /etc/yum.repos.d/CentOS-Base.repo
  • Lalu tambahkan informasi berikut, kemudian save.
    [dag]
    name=Dag RPM Repository for Red Hat Enterprise Linux
    baseurl=http://apt.sw.be/redhat/el5/en/i386/dag
    gpgcheck=1
    gpgkey=http://dag.wieers.com/rpm/packages/RPM-GPG-KEY.dag.txt
    enabled=1
  • Download installer yang dibutuhkan dengan menggunakan yum.
    [nanda@localhost ~]$ yum install php httpd mysql mysql-server php-mysql vim-enhanced net-snmp net-snmp-utils php-snmp initscripts perl-rrdtool rrdtool initscripts
  • Saat proses download, akan muncul notifikasi Yes/No, anda bisa memilih Yes.
  • Setelah proses download selesai yang secara otomatis juga dilakukan instalasi, kita akan mengambil installer cacti secara manual. Anda dapat mengakses ke download page cacti lalu save, atau menggunakan fitur wget.
    [nanda@localhost ~]$ wget http://www.cacti.net/downloads/cacti-0.8.7g.tar.gz
  • Setelah itu, kita ekstrak, dan kita rename foldernya menjadi cacti
    [nanda@localhost ~]$ tar -zxvf cacti-0.8.7g.tar.gz
    [nanda@localhost ~]$ mv cacti-0.8.7g cacti
  • Pindahkan seluruh folder cacti ke direktori /var/www/html
    [nanda@localhost ~]$ mv cacti /var/www/html
  • Untuk menjalankan cacti, saya membuat user dengan identifikasi sebagai berikut
    user : cactiuser
    grup : cacti
    password : pass
    [root@localhost ~]# /usr/sbin/groupadd cacti
    [root@localhost ~]# /usr/sbin/useradd -g cacti cactiuser
    [root@localhost ~]# passwd cacti
  • Setelah itu, kita merubah kepemilikan folder cacti pada direktori root.
    [root@localhost ~]# cd /var/www/html/
    [root@localhost html]# chown -R cactiuser cacti/
  • Buat password untuk root pada mysql
    [root@localhost html]# mysqladmin –user=root –password=pass create cacti
  • Setelah itu, kembali ke direktori cacti pada /var/www/html lalu insert default cacti.sql ke database cacti yang telah kita buat.
    [root@localhost html]# cd /var/www/html/cacti
    [root@localhost cacti]# mysql -uroot -ppass cacti < cacti.sql

  • Setelah itu, login kedalam mysql untuk membuat username dan password buat cacti
    [root@localhost cacti]# mysql -uroot -ppass
    Welcome to the MySQL monitor. Commands end with ; or \g.
    Your MySQL connection id is 111
    Server version: 5.0.77 Source distribution
    Type ‘help;’ or ‘\h’ for help. Type ‘\c’ to clear the buffer.
    mysql> GRANT ALL ON cacti.* TO cactiuser@localhost IDENTIFIED BY ‘pass’;
    Query OK, 0 rows affected (0.00 sec)
    mysql> flush privileges;
    Query OK, 0 rows affected (0.00 sec)
    mysql> exit
    Bye
  • Edit file /var/www/html/cacti/include/config.php sesuai dengan informasi mysql anda. Kemudian save.
    [root@localhost cacti]# vim /var/www/html/cacti/include/config.php
    /* make sure these values refect your actual database/host/user/password */
    $database_type = “mysql”;
    $database_default = “cacti”;
    $database_hostname = “localhost”;
    $database_username = “cactiuser”;
    $database_password = “pass”;
    $database_port = “3306″;
  • Cacti membutuhkan cron untuk menjalankan polls, dan kita edit crontab sesuai kebutuhan. Kemudian, save.
    [root@localhost cacti]# crontab -e
    */5 * * * * /usr/bin/php /var/www/html/cacti/poller.php > /dev/null 2>&1
  • Pastikan memory_limit pada php.ini sudah diupgrade minimal 128M.
    [root@localhost cacti]# vim /etc/php.ini
    max_execution_time = 30 ; Maximum execution time of each script, in seconds
    max_input_time = 60 ; Maximum amount of time each script may spend parsing request data
    memory_limit = 128M ; Maximum amount of memory a script may consume
  • Pastikan service mysqld dan httpd berjalan dengan menggunakan perintah restart.
    [root@localhost cacti]# service mysqld restart
    [root@localhost cacti]# service httpd restart
  • Selanjutnya, anda bisa mengarahkan browser anda ke alamat web cacti. Dalam kasus ini, URL cacti yang saya konfigurasi adalah http://10.7.4.95/cacti/
  • Dan berikut capture screen login menu cacti.
    Login Cacti

    Login Cacti

  • Well Done. Selamat mencoba yah… ^-^

06.09.2011 – Mencari File via Console pada Linux

Tuesday, September 6th, 2011

Awalnya saya mengalami kesulitan setiap harus nyari file di linux pake console. Linux yang saya sering gunakan memang tidak menggunakan GUI, performa yang jadi alasannya. Dan berikut beberapa tips untuk mencari file menggunakan console yang saya pakai.

Dengan menggunakan locate.

  • Pertama saya melakukan update database pencarian dengan command updatedb
    [root@gateway ~]# updatedb
  • Setelah itu, lakukan pencarian file yang dibutuhkan dengan locate.
    [root@gateway ~]# locate (penggalan nama file / keseluruhan nama file)

Dengan menggunakan find.

Apabila kita menginginkan pencarian tanpa mengupdate database terlebih dahulu, kita bisa menggunakan command find dengan beberapa variasi pilihan pencarian

  • Pencarian berdasarkan nama
    [root@gateway ~]# find /etc/ –name iptables
  • Pencarian berdasarkan izin akses
    [root@gateway ~]# find /etc/ –perm 755
  • Pencarian berdasarkan besar file tertentu, misalnya 23,13 MB
    [root@gateway ~]# find /etc/ –size 23,13M
  • Pencarian berdasarkan besar file lebih besar dari 15 MB
    [root@gateway ~]# find /etc/ –size +15M
  • Pencarian berdasarkan besar file lebih kecil dari 15 MB
    [root@gateway ~]# find /etc/ –size -15 MB

Nah, demikian sebagian trik buat pencarian menggunakan console di Linux. Semoga membantu yah..

03.08.2011 – Recovery password user pada mysql

Wednesday, August 3rd, 2011

Pernah ngalamin kelupaan password buat login di mysql ? Nah, berikut cara yang saya lakukan untuk mengatasi hal tersebut.

  1. Login sebagai root. Lalu matikan service mysql yang sedang berjalan.
    [root@gateway ~]# /etc/init.d/mysqld stop
  2. Jalankan service mysql dengan menggunakan opsi –skip-grant-tables.
    [root@gateway ~]# mysqld_safe --skip-grant-tables &
    [1] 2519
    Starting mysqld daemon with databases from /var/lib/mysql
  3. Login ke mysql dengan command mysql
    mysql -u root
  4. Pada tampilan mysql, lakukan update passwd. Dalam case ini, saya akan mengganti password untuk user root dengan password bismillah.
    Welcome to the MySQL monitor. Commands end with ; or \g.
    Your MySQL connection id is 13
    Server version: 5.0.77 Source distribution

    Type ‘help;’ or ‘\h’ for help. Type ‘\c’ to clear the buffer.

    mysql> update mysql.user set password=password(‘bismillah’) where user=’root’;

  5. Kemudian lakukan flush privileges.
    mysql> flush privileges;
  6. Lalu exit.
    mysql> exit;
  7. Well Done. Sekarang kita bisa memanfaatkan lagi service mysql.

14.04.2011 – Optimasi service httpd dengan eaccelerator

Thursday, April 14th, 2011

Berawal dari performa web server yang menurun dan sangat mengganggu operasional sehari-hari di kantor saya, mulailah saya membuat beberapa hipotesa. Saya menduga memang ada kenaikan kinerja system karena server ini dibenamkan cukup banyak database yang sayangnya software operasional kami membutuhkan banyak query dan subquery, terutama saat sedang melakukan proses select. Untuk alasan efisiensi biaya, saya memang menekankan penggunaan anggaran seoptimal mungkin, jadi sebisa mungkin saya menghindari penambahan biaya untuk hardware selama optimasi lewat software masih mumpuni. Sebagai gambaran, server saya difungsikan sebagai web sekaligus database server. Dan,alhamdulillah optimasi berhasil dilakukan tim saya terkait dengan fitur php yang bekerja di server.

Dan berikut langkah-langkah optimasi yang dilakukan,

  1. Login sebagai root. Dan lakukan instalasi melalui yum.
    [root@gateway nanda]# yum install php-devel
    [root@gateway nanda]# yum groupinstall ‘Development Tools’
  2. Pindah ke direktori /var/tmp, lalu lakukan download file Eaccelerator.
    [root@gateway nanda]# cd /var/tmp
    [root@gateway tmp]# wget http://bart.eaccelerator.net/source/0.9.5.2/eaccelerator-0.9.5.2.tar.bz2
  3. Ekstrak file eaccelerator-0.9.5.2.tar.bz2, dan pidahkan direktori ke folder eaccelerator-0.9.5.2.tar.bz2.
    [root@gateway tmp]# tar -jxvf eaccelerator-0.9.5.2.tar.bz2
    [root@gateway tmp]# cd eaccelerator-0.9.5.2
  4. Jalankan command phpize, lalu lakukan instalasi.
    [root@gateway eaccelerator-0.9.5.2]# phpize
    [root@gateway eaccelerator-0.9.5.2]# ./configure
    [root@gateway eaccelerator-0.9.5.2]# make
    [root@gateway eaccelerator-0.9.5.2]# make install
  5. Buat file eaccelerator.ini, dan tempatkan di /etc/php.d/
    [root@gateway eaccelerator-0.9.5.2]# touch /etc/php.d/eaccelerator.ini
  6. Isi file eaccelerator.ini dengan text berikut menggunakan editor vi,
    [root@gateway eaccelerator-0.9.5.2]# vi /etc/php.d/eaccelerator.ini
    extension=”eaccelerator.so”
    eaccelerator.shm_size=”0″
    eaccelerator.cache_dir=”/var/cache/eaccelerator”
    eaccelerator.enable=”1″
    eaccelerator.optimizer=”1″
    eaccelerator.check_mtime=”1″
    eaccelerator.debug=”0″
    eaccelerator.filter=”"
    eaccelerator.shm_max=”0″
    eaccelerator.shm_ttl=”0″
    eaccelerator.shm_prune_period=”0″
    eaccelerator.shm_only=”0″
    eaccelerator.compress=”1″
    eaccelerator.compress_level=”9″
  7. Buat direktori cache untuk eaccelerator. Kemudian berikan permission full akses.
    [root@gateway eaccelerator-0.9.5.2]# mkdir -p /var/cache/eaccelerator
    [root@gateway eaccelerator-0.9.5.2]# chmod 777 /var/cache/eaccelerator
  8. Kemudian restart service httpd.
    [root@gateway eaccelerator-0.9.5.2]# service httpd restart
  9. Well Done. Selamat mencoba, yah…

PS:
Tutorial ini juga didekasikan untuk rekan saya, Rendy Darmawan. Keep good job, bro…

18.02.2011 – Modifikasi network dengan dhcp dan iptables

Friday, February 18th, 2011

You know what, playing with network stuff gives me lots of fun, bro.. :)

Berawal dari keinginan saya untuk memadukan hotspot area dengan fixed network yang berinduk pada 1 router, saya mulai melakukan eksperimen. Berikut skema yang saya inginkan..

Skema Diagram Network


Adapun perangkat yang saya pergunakan adalah

  • Modem ADSL TP-Link 8817, sebagai modem antara ISP yang terkoneksi dengan server gateway peer to peer. Modem ini memiliki alamat IP : 192.168.1.2/255.255.255.0
  • Modem ADSL2+ D-Link DSL 2640T, sebagai access point untuk laptop/mobile device. Modem ini memiliki alamat IP : 192.168.0.4/255.255.255.0
  • Switch Allied Telesyn AT-FS716, sebagai switch seluruh client network
  • HP Pavillion a1120n dengan 2 (dua) buah ethernet card, memori DDR2 3 GB dan Harddisk Seagate 200 GB, sebagai server gateway dengan aktivasi fitur iptables, bind, dan dhcp. Dimana eth0 memiliki alamat IP : 192.168.0.1/255.255.255.0 dan eth1 memiliki alamat IP : 192.168.1.1/255.255.255.0

Continue reading “18.02.2011 – Modifikasi network dengan dhcp dan iptables” »

09.02.2011 – instalasi clamav di CentOS linux

Wednesday, February 9th, 2011

Pagi tadi. Seperti biasa, saya cek status server saya. Ternyata, di salahsatu server yang saya fungsikan sebagai file server dengan memanfaatkan service samba, ada file yang di-identifikasi sama antivir yang terinstall di komputer saya sebagai W32/Sality. Kejadian ini membuat saya berfikir, sebaiknya server linux saya dipasang software antivirus juga, dan pilihan saya jatuh pada ClamAV antivirus. Nah, berikut langkah-langkah instalasi clamav yang saya lakukan :

  • Login sebagai root, lalu pastikan software clamav belum terinstalasi di komputer anda.
    [root@gateway ~]# rpm -qa|grep clamav
  • Download file-file berikut, disini. Kemudian, save seluruh file tersebut di /var/tmp
  1. clamav-0.96.5-1.el5.rf.i386.rpm
  2. clamav-db-0.96.5-1.el5.rf.i386.rpm
  3. clamav-devel-0.96.5-1.el5.rf.i386.rpm
  4. clamd-0.96.5-1.el5.rf.i386.rpm

Continue reading “09.02.2011 – instalasi clamav di CentOS linux” »

08.02.2011 – instalasi samba di CentOS linux

Tuesday, February 8th, 2011

Dalam tutorial kali ini, saya mencoba memfungsikan service samba dengan memanfaatkan software webmin. Dan berikut langkah-langkah konfigurasinya. Saya menggunakan CentOS Linux sebagai OS platformnya, dan saya mengasumsikan, software samba sudah terinstall.

  1. Pastikan software samba sudah terinstall di komputer anda
    [root@gateway ~]# rpm -qa|grep samba
    system-config-samba-1.2.41-5.el5
    samba-common-3.0.33-3.29.el5_5.1
    samba-3.0.33-3.29.el5_5.1
    samba-client-3.0.33-3.29.el5_5.1
  2. Login melalui webmin. Kemudian di sebelah kiri, pilih Servers lalu Samba Windows File Sharing
  3. Di sebelah kanan, akan tampil menu Samba Windows File Sharing. Secara default, anda akan melihat shared name homes dan printers
  4. Pilih Icon Windows Networking, kemudian ubah nama workgroup sesuai dengan workgroup di tempat anda, atau anda bisa membiarkan sesuai default, workgroup
  5. Ubah field security menjadi share level , kemudian klik Save
  6. Pilih icon Authentication. Kemudian pada pilihan Use encrypted passwords?, pilih Yes. Setelah itu pilih Save
  7. Selanjutnya, pilih icon File Share Defaults. Kemudian pilih icon Security and Access Control. Setelah itu, pada opsi Writeable, pilih Yes. Dan pada opsi Hosts to allow, pilih All. Kemudian Save untuk kembali ke menu File Share Defaults
  8. Pada menu ini, pilih Yes pada opsi Available dan Browseable?, lalu Save
  9. Selanjutnya, anda bisa meng-klik 2x pada link homes yang ada di Share Name atas. Kemudian isi Share name, lalu pilih Directory to share. Pada pilihan Available dan Browseable , pilih Yes. Kemudian pilih Save.
  10. Selanjutnya anda dapat menekan tombol Restart Samba Servers
  11. Untuk memastikan service samba berjalan saat server di start up, lakukan perintah chkconfig
    [root@gateway ~]# chkconfig –level 2345 smb on
  12. Nah, sekarang anda bisa membuka windows explorer di sisi client, lalu mengarahkan ke alamat \\192.168.0.1, dimana 192.168.0.1 adalah ip address smb server yang baru saja kita konfigurasi. Tentunya, anda dapat menyesuaikan dengan alamat ip server samba anda
  13. Well Done. Service samba sudah siap dipergunakan. Selamat mencoba yah … :)

05.02.2011 – replikasi database dengan metode master – slave

Saturday, February 5th, 2011

replikasi

Berawal dari tingginya cpu usage pada saat client hendak melakukan pencarian data, saya mulai melakukan replikasi database. Sebetulnya replikasi ini sangat banyak manfaatnya, antara lain :

  • Menghindari kemungkinan tidak semua data ter-backup karena saat proses backup data manual dilakukan bisa saja terjadi perubahan data oleh client
  • Apabila server master mengalami kerusakan, database bisa segera dialihkan ke server slave
  • Secara kecepatan akses akan menjadi optimal karena server master digunakan sebagai tempat dilakukan proses secara Insert (Penambahan), Update (Perubahan), dan Delete (Penghapusan), sementara pada server slave digunakan untuk proses Select (Pemilihan)
  • Replikasi master-slave berlangsung secara realtime dimana setiap perubahan pada data server master akan otomatis merubah data pada server slave

Nah, menarik bukan ?

Dan sekarang kita akan mulai melakukan langkah-langkah replikasi database mysql. Sebagai ilustrasi, server master memiliki ip=192.168.0.1 dan server slave memiliki ip=192.168.0.2.

Continue reading “05.02.2011 – replikasi database dengan metode master – slave” »

05.02.2011 – open access to MySQL server

Saturday, February 5th, 2011

Pernah bermasalah dengan login di mysql ?
Pernah menghadapi pesan “Error No. 1130 : Host is not allowed to connect to this MySQL Server” ?
Menjengkelkan, bukan ?
Nah, berikut cara saya untuk mengatasi pesan kesalahan tersebut.

  1. Login sebagai root. Lalu edit file my.cnf dengan editor favorit anda. Tambahkan port=3306, kemudian save
    [root@database ~]# vi /etc/my.cnf
    [mysqld]
    datadir=/var/lib/mysql
    socket=/var/lib/mysql/mysql.sock
    user=mysql
    port=3306
    max_allowed_packet=128M

    Continue reading “05.02.2011 – open access to MySQL server” »

05.02.2011 – instalasi web server, database server, & phpMyAdmin di CentOS linux

Saturday, February 5th, 2011

tux ninjaPada tutorial kali ini, saya ingin membahas tentang langkah-langkah membuat web dan database server, yang dilengkapi dengan aplikasi phpmyadmin di CentOS Linux. Untuk kali ini, saya sengaja tidak melakukan compile secara manual menggunakan file tar, tetapi memanfaatkan software yum. Meskipun demikian, secara pribadi saya memang kurang menyukai penggunaan yum karena yum membutuhkan koneksi internet saat dilakukan instalasi. Lalu, kalau saya maw install di komputer yang ga punya koneksi internet, gimana ?. Nah, pertanyaan ini kita kesampingkan dulu yah. Sip, kita mulai…

  1. Login sebagai root. Lalu masuk ke folder /etc/yum.repos.d.
  2. Secara default pada folder tersebut ada file CentOS-Base.repo. Kopi file tersebut lalu rename menjadi CentOS-Base.repo.default. Sebagai antisipasi, jika sewaktu-waktu file tersebut dibutuhkan.
    [root@database yum.repos.d]# cp CentOS-Base.repo CentOS-Base.repo.default
  3. Hapus isi file CentOS-Base.repo, kemudian isi dengan repository lokal agak proses instalasi berjalan lebih cepat.
    [root@database yum.repos.d]# echo “” > CentOS-Base.repo
    [root@database yum.repos.d]# vi CentOS-Base.repo
    [Add Ons]
    name=CentOS
    baseurl=http://kambing.ui.ac.id/centos/5.5/addons/i386/
    enabled=1
    gpgcheck=1
    gpgkey=http://kambing.ui.ac.id/centos/RPM-GPG-KEY-CentOS-5

    Continue reading “05.02.2011 – instalasi web server, database server, & phpMyAdmin di CentOS linux” »

04.02.2011 – instalasi squid di CentOS linux

Friday, February 4th, 2011

its funSebetulnya saya pernah membuat tutorial instalasi squid, dulu. Tapi berhubung saya lupa melakukan backup database, jadi saat membangunkan kembali website ini, saya harus menulis lagi deh… Tapi buat saya, it’s fun. Berbagi ilmu itu ga mahal koq, asal ada kemauan ajah.

Di tutorial kali ini, saya membahas langkah-langkah instalasi squid didalam sistem operasi CentOS Linux.

  1. Login sebagai root. Lalu masuk ke folder /var/tmp
    [root@gateway ~]# cd /var/tmp/
  2. Download software squid, disini , lalu simpan di folder /var/tmp. Atau dengan menggunakan command wget.
    [root@gateway tmp]# wget http://www.squid-cache.org/Versions/v3/3.1/squid-3.1.10.tar.gz
  3. Apabila pada saat instalasi linux, anda menggunakan instalasi default, maka software squid yang ada di server anda harus di-uninstall terlebih dahulu. Biasanya squid yang berasal dari instalasi default tidak menggunakan versi yang terbaru. Nah karena kita akan mengoptimalisasikan squid, saya menyarankan anda men-download squid dengan versi terbaru.
    [root@gateway tmp]# rpm -qa|grep squid
    squid-2.6.STABLE21-6.el5
    [root@gateway tmp]# rpm -e squid-2.6.STABLE21-6.el5

    Continue reading “04.02.2011 – instalasi squid di CentOS linux” »

04.02.2011 – instalasi webmin di CentOS linux

Friday, February 4th, 2011

Bagi saya, server yang ringan tapi powerfull sangat time effective. Dalam tutorial kali ini, alih-alih menggunakan putty, saya memanfaatkan webmin sebagai control panel untuk masuk ke server saya. Dan berikut langkah-langkah untuk menginstalasi webmin di sistem operasi CentOS Linux.

  1. Login sebagai root.
  2. Buat folder source di /home/user, lalu download software webmin.
    [root@gateway user]# mkdir source
    [root@gateway user]# cd source/
    [root@gateway source]# wget http://downloads.sourceforge.net/project/webadmin/webmin/1.530/webmin-1.530-1.noarch.rpm?r=http%3A%2F%2Fwww.webmin.com%2F&ts=1296789077&use_mirror=nchc
  3. Dengan menggunakan rpm, install software tersebut.
    [root@gateway source]# rpm -ivh webmin-1.530-1.noarch.rpm
    Preparing… ########################################### [100%]
    Operating system is CentOS Linux
    1:webmin ########################################### [100%]
    Webmin install complete. You can now login to http://gateway:10000/
    as root with your root password.
  4. Well Done. Webmin sudah dapat dipergunakan melalui browser anda.

    Webmin Login

    Webmin Panel