24.05.2011 – Tanpa Judul
Tuesday, May 24th, 2011Aku untuk kamu … Kamu untuk aku …
Sekali lagi, aku tersenyum sambil menggumamkan kata-kata itu. Bahkan bulan pun menelisik, seakan ingin tahu apa yang istimewa ?. Keajaiban mimpi, itu jawabnya manakala aku ditanya.
- – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - -
Hari ini, 10 tahun yang lalu. Dalam ketenangan sore yang mulai menyergap. Di sebuah cafe, waktu itu. Benteng begitu tinggi, sulit untuk kugapai.. Ada yang bergetar saat kalimat ini ia bisikkan, sambil menatap lembut mataku. “Aku ga akan kemana-mana”, katanya sambil tetap menatap lembut mataku. Perlahan, ia sibakkan rambut di keningku. Diusapkan tiga jarinya di keningku. Aku tahu, ini bukan yang ia inginkan. Aku tahu, ini hanya sementara. Tapi aku hanya sebentuk hati, yang sedang ingin tak tegar menahan ombak. Ada butir yang meluruh, turun menyusuri pipi. Tapi, aku ingin tersenyum. Aku ingin senyum ini yang ia lihat. Senyum tulus hanya untuknya.
Haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan pernah pergi..
- – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - -
Dan inilah aku saat ini. Di sudut balkon rumah ini sambil sesekali terpejam. Dalam rengkuh lembut penuh sayang. Aku dan kamu, selamanya.
Aku tahu, aku tak pernah boleh berhenti untuk bermimpi…

